USAID: Guru Perlu Tingkatkan Ketrampilan Informasi Siswa

oleh -
Siswa SMPN 2 Mandalawangi menuliskan laporan diskusi hasil pembelajaran. (ist)
banner 300250
Siswa SMPN 2 Mandalawangi  menuliskan laporan diskusi hasil pembelajaran. (ist)
Siswa SMPN 2 Mandalawangi menuliskan laporan diskusi hasil pembelajaran. (ist)

Palapanews- “Menumbuhkan motivasi belajar bahasa Inggris kepada peserta didik bukan perkara mudah. Apalagi di modul tiga ini, kami dilatih untuk menerapkan ketrampilan informasi kepada siswa agar dapat membuat produk tertulis yang terstruktur,” kata Herliana (24/8) guru bahasa inggris SMPN 2 Mandalawangi yang menjadi peserta pelatihan sekolah praktik yang baik dalam pembelajaran tingkat SMP/MTs.

Pelatihan diselenggarakan USAID Priotitas Provinsi Banten di ruang pertemuan S’ Rizki, Kabupaten Pandeglang. Pelatihan diikuti 12 SMP/MTs di Kabupaten Pandeglang yang terdiri atas 8 sekolah mitra dan 4 sekolah non mitra selama empat hari terhitung sejak Sabtu, 22 Agustus 2015.

Di hari keempat pelatihan para guru yang sudah dilatih melakukan praktik mengajar di empat sekolah yakni SMPN 2 Mandalawangi, SMP Daarel Falah, SMPN 1 Bojong dan SMPN 2 Bojong.

Herlina bersama timnya mendapat tugas di SMPN 2 Mandalawangi. Ia mengajak siswa secara berkelompok untuk mengerjakan lembar kerja di luar kelas. Ia memilih saung baca di sekitar sekolah yang nyaman untuk siswa berdiskusi.

Siswa tampak asyik menemukan kosakata baru dalam kamus kemudian siswa membuat komik bergambar yang sederhana yang menunjukkan pemahaman cerita berbahasa inggris yang sudah dibagikan.

“Pada modul III ini peserta ditekankan pada ketrampilan informasi sehingga siswa diarahkan untuk berani menyatakan pendapat dan pengalaman pembelajarannya secara tertulis dan terstruktur dalam bentuk laporan deskripsi. Ketrampilan informasi menjadi dasar bagi siswa untuk membaca, menulis dan mengolah pengetahuan yang diperolehnya,” demikian pernyataan Niky Noberta, Fasilitator Provinsi Banten USAID PRIORITAS yang telah mendapatkan pelatihan untuk fasilitator sebelumnya.

Niky menegaskan guru diajarkan untuk menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melalui konsep 5M yakni, Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengolah informasi dan Mengomunikasikan.

Ada lebih dari seratus guru SMP/MTs di Kabupaten Pandeglang yang ikut serta dalam pelatihan. Di Kabupaten Pandeglang, USAID Prioritas bermitra dengan 12 SD/MI dan 8 SMP/MTs yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mandalawangi dan Kecamatan Bojong.

Selain pelatihan pembelajaran, USAID PRIORITAS Provinsi Banten juga mengelola pelatihan manajemen sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Sampai Juni 2015 tercatat lebih dari lima ribu siswa SD/MI dan SMP/MTs yang sudah merasakan manfaat program USAID PRIORITAS di Kabupaten Pandeglang. (rls)

Komentar Anda

comments