Pemkot Tangsel Optimis SILPA 2016 “Cuma” Rp300 Miliar

oleh -
Wakil Walikota dan Kepala Bappeda saat konferensi pers. (nad)
Wakil Walikota dan Kepala Bappeda saat konferensi pers. (nad)
Wakil Walikota dan Kepala Bappeda saat konferensi pers. (nad)

Tangsel, PalapaNews.com – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) optimistis Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) 2016 ini berkisar Rp300 miliar. Padahal berdasarkan keterangan Presiden Joko Widodo, Tangsel menjadi salah satu dari 10 daerah yang masih mengendapkan duitnya di bank yang mencapai Rp1,03 triliun.

“Kita target SILPA Rp300 miliar, dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp754 miliar,” kata Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dalam Musrenbang RPJMD 2017-2021 di Puspiptek, Setu, Selasa (9/8/2016).

Ia mengaku, saat ini Pemkot Tangsel sedang melakukan percepatan. Bahkan diakuinya, sebanyak 400 paket proyek yang sudah masuk proses lelang.

“Setiap hari saya kontrol ke semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah) melalui grup whatsapp agar kepala dinas memberikan laporan serapan anggarannya,” Benyamin.

Menurut Benyamin, rendahnya serapan sebanyak 35 sampai 37 persen ini lantaran masih banyak yang dalam tahap proses lelang.

Pada Juni lalu, kata Benyamin, proses tender baru selesai 60 persen dan otomatis serapan anggaran belum maksimal karena kontrak baru ditandatangani.

“Sementara pada bulan juli uang muka sudah diambil oleh kontraktor sehingga serapan bergerak naik hingga 30 persen,” imbuhnya.

Angka tersebut masih jauh dari harapan pemerintah kota Tangsel yang seharusnya bulan juli serapan anggaran bisa mencapai 50 persen.

“Karena penagihan termin kedua akan menumpuk di bulan september, jadi pengerjaan proyeknya dulu baru dibayarkan. kemudian oleh kontraktor sehingga dana tersebut mengendap di bank,” ujarnya.

Kegiatan fisik non konstruksi dan non fisik lanjut Benyamin, di target selesai pada semester pertama tahun anggaran 2016. Kegiatan non fisik berupa pengembangan Sumber Daya Manusia, pelatihan dan sebagainya.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembagian ini serapan anggaran bisa seimbang pada semester pertama dan semester kedua,” jelas Ben. (nad)

Komentar Anda

comments