Palapanews.com- Festival Cisadane 2026 tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya dan pariwisata, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat Kota Tangerang. Selama lima hari penyelenggaraan, festival yang digelar di kawasan Sungai Cisadane tersebut mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp10,63 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 139.682 orang.
Capaian tersebut semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas Festival Cisadane sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan daerah. Ke depan, festival ini diarahkan berkembang menjadi event berkelas nasional dengan mengusung konsep green event atau penyelenggaraan kegiatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan, keberhasilan Festival Cisadane tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung maupun nilai transaksi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan festival dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Ini sangat membanggakan bahwa di tengah besarnya antusiasme festival, kita tetap menjaga komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Kami berkomitmen agar Festival Cisadane di masa mendatang semakin berkualitas, tertata, inklusif, ramah lingkungan, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Di antaranya aksi bersih Sungai Cisadane, penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan masyarakat.
Menurut Maryono, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Festival Cisadane agar pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.
Di sisi lain, Festival Cisadane 2026 juga mencatat peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Bertambahnya jumlah pelaku usaha dan booth yang berpartisipasi turut membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan.
“Alhamdulillah, capaian pelaksanaan event kali ini juga menunjukkan adanya peningkatan omzet para pelaku UMKM dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Tingkat hunian hotel di Kota Tangerang juga mengalami kenaikan seiring meningkatnya jumlah wisatawan dan tamu dari berbagai daerah yang datang menikmati Festival Cisadane,” lanjut Maryono.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan Festival Cisadane semakin diminati masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Alhamdulillah Festival Cisadane telah berjalan selama lima hari dan jumlah pengunjung mencapai kurang lebih 139.682 orang. Dampak perputaran ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp10,63 miliar. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Boyke, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, jumlah kunjungan Festival Cisadane 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari masuknya Festival Cisadane dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.
“Kharisma Event Nusantara memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan, perputaran ekonomi, sekaligus menjadi media promosi daerah. Kota Tangerang memiliki Sungai Cisadane dengan sejarah panjang yang terus kita lestarikan melalui festival ini,” katanya.
Selain mendorong kunjungan wisatawan, Festival Cisadane juga menjadi ruang promosi bagi produk UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Kehadiran berbagai booth kuliner, produk kreatif, serta layanan publik membuat kawasan festival menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat hingga hari terakhir penyelenggaraan. Putri, warga Jatiuwung, mengaku antusias mengunjungi Festival Cisadane karena banyaknya pilihan kegiatan dan booth yang tersedia.
“Kami jalan dari ujung sampai ke jembatan kaca, terus lihat booth-booth makanan dan booth pelayanan pemerintah. Seru sih, ramai banget. Enggak nyangka seramai ini, booth-nya juga banyak dan keren-keren,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan Festival Cisadane dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan lebih banyak kegiatan dan pelaku usaha.
Sementara itu, Maryono menilai keberhasilan Festival Cisadane masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival.
“Saya optimistis, dengan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Festival Cisadane bukan hanya mampu mempertahankan posisinya sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, tetapi juga terus meningkatkan kualitasnya hingga menjadi salah satu festival terbaik di Indonesia,” tutupnya.
Dengan capaian tersebut, Festival Cisadane diharapkan terus berkembang sebagai agenda pariwisata yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya, menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang bagi UMKM, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian Sungai Cisadane dan lingkungan Kota Tangerang. (adv)
