CKG Jangkau 747 Ribu Warga, Pemkot Tangerang Dorong Deteksi Penyakit Sejak Dini

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 747.455 warga telah memanfaatkan layanan tersebut. Capaian ini sekaligus menempatkan Kota Tangerang sebagai daerah dengan jumlah peserta CKG tertinggi di Provinsi Banten.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Gubernur Banten Andra Soni di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).

Sachrudin mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran warga untuk menjaga kesehatan melalui pemeriksaan dan deteksi dini.

“Alhamdulillah, ikhtiar kita dalam memperluas akses pemeriksaan kesehatan terus memberikan manfaat dan menjangkau semakin banyak masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan juga semakin baik,” ujar Sachrudin.

Ia menjelaskan, dari target pelaksanaan CKG sebanyak 926.384 jiwa atau setara 46 persen dari total populasi Kota Tangerang tahun 2026, hingga 31 Juli 2026 sebanyak 747.455 jiwa telah mendapatkan layanan CKG melalui kategori umum maupun sekolah.

Menurut Sachrudin, capaian tersebut bukan sekadar soal angka, tetapi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Yang paling penting bukan hanya capaian angkanya, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Semakin banyak warga yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, semakin besar pula peluang untuk melakukan pencegahan dan penanganan dengan cepat dan tepat,” katanya.

Sachrudin menegaskan, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan atau penyakit untuk memeriksakan diri.

“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan kesehatan sejak dini adalah langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kualitas hidup kita, keluarga, dan masa depan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran kesehatan, kader, camat, lurah, serta berbagai elemen masyarakat yang terus membantu menyosialisasikan dan mengajak warga memanfaatkan layanan CKG.

“Ini adalah kerja bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan, sehingga kita bisa mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas,” ungkapnya.

Capaian CKG di Kota Tangerang turut mendapat apresiasi dari Gubernur Banten Andra Soni. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuatnya dukungan warga terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis.

“Dari 5,4 juta warga Banten yang mengikuti CKG, Kota Tangerang ini yang tertinggi se-Provinsi Banten. Alhamdulillah, semangatnya luar biasa untuk ikut menyukseskan program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun nanti,” ujar Andra Soni.

Ia optimistis partisipasi masyarakat Kota Tangerang akan terus meningkat dan mampu menembus 60 persen dari total populasi.

“Saya yakin Kota Tangerang dapat tembus 60 persen dari total masyarakatnya untuk bisa mengikuti CKG,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni. Foto: Ist

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, hasil CKG menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing peserta. Tindak lanjut tersebut meliputi pemeriksaan lanjutan, pengobatan rutin, konsultasi gizi hingga edukasi perubahan pola hidup sehat.

“Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit, seperti hipertensi atau diabetes, masyarakat dapat melanjutkan pemeriksaan di puskesmas untuk mendapatkan pengobatan secara rutin. Selain itu, ada juga layanan konsultasi agar faktor risiko yang dimiliki dapat dikendalikan,” tutur dr. Dini.

Ia menjelaskan, tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penanganan juga disesuaikan dengan hasil pemeriksaan masing-masing peserta CKG.

“Yang sehat kita upayakan tetap sehat, sedangkan yang terdeteksi memiliki penyakit dapat segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi. Jadi, CKG bukan sekadar pemeriksaan, tetapi menjadi awal dari layanan kesehatan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui layanan ini, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengajak masyarakat memanfaatkan Program CKG di seluruh puskesmas. Selain tanpa dipungut biaya, masyarakat juga memperoleh pendampingan sesuai hasil pemeriksaan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (adv)