Palapanews.com – World Cleanup Day (WCD) Indonesia kembali hadir dengan aksi bersih-bersih yang melibatkan relawan dari berbagai daerah, komunitas, dan sektor.
Sejak pertama kali dilaksanakan di Indonesia pada 2018, WCD Indonesia telah berhasil melibatkan lebih dari 39 juta relawan dan membersihkan lebih dari 68.863 ton sampah dari berbagai wilayah di Tanah Air.
Tahun ini, WCD Indonesia mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah”, mengajak generasi muda untuk turut menjadi motor penggerak perubahan menuju Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.
World Cleanup Day adalah gerakan aksi bersih-bersih serentak di seluruh dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah, yang dimulai di Estonia pada 2008 dan kini dilaksanakan serentak di lebih dari 212 negara.
WCD Indonesia diperkenalkan oleh Let’s Do It Indonesia (Yayasan Lestari Dari Indonesia) pada 2014, dan sejak dilaksanakan secara nasional pada 2018 berfokus pada aksi bersih, edukasi pemilahan sampah, serta advokasi kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Gerakan ini didukung kolaborasi pentahelix seperti pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
Pelaksanaan World Cleanup Day Indonesia 2026 berlangsung pada periode 17 Agustus sampai dengan 28 Oktober 2026, merentang dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia hingga Hari Sumpah Pemuda, sekaligus turut memperingati Hari Bersih Bersih Sedunia.
Tema “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah” ini selaras dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia melalui program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik/Bersih, Indah), serta sejalan dengan semangat Pertobatan Ekologis (Ecological Conversion) yang disampaikan Pope Francis untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Pada Puncak WCD 2026, World Cleanup Day Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, institusi pendidikan yang memiliki komitmen keberlanjutan melalui konsep Green Campus, serta Rekosistem, perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi yang akan mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan dan pengelolaan aspek waste management, guna memastikan sampah yang dihasilkan selama kegiatan dapat dikelola secara bertanggung jawab.
Kegiatan Puncak WCD 2026 ini juga didukung oleh The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE), program pengembangan kepemudaan internasional yang mendorong generasi muda untuk berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Aksi puncak WCD Indonesia 2026 akan digelar pada Minggu, 20 September 2026, pukul 06.00 sampai dengan 12.00 WIB, di dua area utama, yaitu Area 1 tepatnya di Waste Station Rekosistem Dukuh Atas, sebagai titik awal aksi plogging, serta Area 2 ATMAterra, Kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Semanggi, sebagai titik akhir sekaligus lokasi opening ceremony.
Rangkaian kegiatan mencakup aksi bersih lingkungan (plogging), sharing session/diskusi publik, kampanye edukasi pemilahan sampah, booth komunitas dan partner lingkungan, serta instalasi seni dari sampah, yang seluruhnya dilaksanakan dengan konsep Green Event yang mengedepankan prinsip minim sampah dan penggunaan material ramah lingkungan.
Kegiatan ini menargetkan 2.000–2.500 orang yang terdiri dari unsur pemerintah, siswa dan/atau mahasiswa, media, peserta umum terdaftar, kolaborator, serta partner komunitas terundang.
“Melalui tema Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah, kami ingin mengajak generasi muda menjadi motor penggerak perubahan. Kolaborasi pentahelix bersama pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media membuktikan bahwa persoalan sampah hanya bisa diselesaikan bersama sama, bukan sendiri-sendiri,” ujar Andy Bahari, Leader Nasional World Cleanup Day Indonesia.
Masyarakat, pihak swasta, komunitas, maupun instansi yang ingin berkolaborasi dan berpartisipasi dapat mendaftar melalui s.id/PESERTAWCD2026 atau menghubungi panitia melalui laman Instagram instagram.com/worldcleanupdayindonesia.
Melalui rangkaian kegiatan ini, World Cleanup Day Indonesia berharap semakin banyak generasi muda dan masyarakat yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta menjadi momentum kolaborasi lintas sektor yang lebih berdampak dalam mewujudkan Indonesia yang ASRI dan merdeka dari sampah. (rls/bd)
1
