Reses, Jangan Cuma Jadi Akal-akalan Anggota DPRD

oleh -
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarok (kanan). (dok)
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarok (kanan). (dok)
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarok (kanan). (dok)

Tangsel, PalapaNews — Masa reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dimulai. Para wakil rakyat ini diminta turun ke konstituennya untuk benar-benar menyerap aspirasi masyarakat.

“Masa reses itu penting. Jangan sampai masa reses tidak dimanfaatkan anggota DPRD untuk menemui konstituennya,” kata Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarok.

Ia mengaku, tujuan reses yakni untuk untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Salah satu caranya, dengan menggelar diskusi antara anggota DPRD dengan masyarakat di dapilnya.

“Jangan sampai nantinya malah hanya kegiatan reses akal-akalan aja. Contohnya, reses cuma dilakukan sekali, selanjutnya didokumentasikan doang untuk pertanggungjawaban administrasi,” Zaki menambahkan.

Baca : Musrenbang, Warga Didorong Usul Pembangunan Non Fisik

Diketahui, anggaran reses seorang anggota DPRD Kota Tangsel mencapai Rp38 juta. Anggaran itu, dialokasikan untuk tiga sampai empat hari reses.

Jika dikalkulasikan untuk 50 anggota DPRD, anggaran reses pada Februari ini mencapai Rp1,9 miliar. (jok)

Komentar Anda

comments