Survei SMRC Lampu Merah untuk Demokrat

oleh -

DemokratSerpong. PalapaNews – Survei yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) boleh jadi mengubah pandangan politik masyarakat yang sebelumnya masih melirik partai-partai besar untuk menyalurkan aspirasi politiknya berupa dukungan dan suara. Survei tersebut dirilis setelah sejumlah elit partai politik (parpol) tersandung kasus korupsi dan kasus pidana lainnya.

Menanggapi hasil survei SMRC, Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan hasil survei ini merupakan koreksi dari rakyat untuk Partai Demokrat. Survei terakhir menunjukkan, elektabilitas Partai Demokrat turun menjadi delapan persen. Menurutnya, hasil survei ini merupakan lampu merah untuk Partai Demokrat untuk melakukan pembenahan di internal partai. Walaupun, dirinya menyadari, banyak dari kader Partai Demokrat yang tersandung kasus korupsi.

“Saya berpendirian, Partai Demokrat harus diselamatkan. Dengan cara-cara yang bijak dan baik karena Partai Demokrat adalah tempat berharap jutaan orang, termasuk banyak sekali orang yang sudah dengan ikhlas berjuang untuk Partai Demokrat,” ungkap Ibas, sapaan akrab Edhie dalam pesan singkatnya, Senin (4/2/2013).

Untuk itu, lanjut Ibas, pihaknya juga meminta kejelasan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi terkait isu yang berkembang bahwa masih ada petinggi Partai Demokrat yang disebut-sebut terlibat kasus korupsi. Menurutnya, masalah ini merupakan koreksi untuk Partai Demokrat.

“Kalau salah ya salah, benar ya benar. Tapi harus ada ketegasan soal benar dan salah itu. Karena tidak hanya Partai Demokrat yang tersandung kasus korupsi,” tandasnya.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengatakan apapun hasilnya, survei tersebut harus dipahami sebagai motivasi bagi partai. Jika elektabilitas rendah, kader partai harus bekerja keras untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat. Karena, lanjutnya, prilaku masyarakat berkeinginan agar partai bisa benar-benar menjadi pengawal aspirasi sejati bagi masyarakat.

“Survei itu harus disikapi dengan motivasi yang baik untuk bisa lebih maju menjaring simpati dan dukungan,” katanya.

Irgan menegaskan, survei yang dirilis SRMC tersebut belum bisa dijadikan alat ukur definitif dalam hal dukungan dari masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat bahkan sebagian besarnya belum menentukan pilihan, termasuk kelas masyarakat yg terdidik, independen dan melek informasi, justru kelas ini menjadi tantangan untuk disusuri karena mereka juga mampu mempengaruhi masyarakat umum, melalui berbagai jejaring informasi.

“Bagi PPP hasil survei jelas sangat dibutuhkan untuk bisa mengambil langkah yang lebih strategis lagi. Bagaimana pun realitasnya dengan 10 partai pemilu, kompetisi akan sangat ketat dan amat sangat kompetitif, PPP berkejaran dengan waktu melakukan konsolidasi untuk pemenangan pemilu, hasil survei yang menempatkan PPP dengan peringkat ketujuh, merupakan cemeti bagi PPP untuk segera melakukan perbaikan,” paparnya.

Untuk menjaring kader yang berkualitas dan terhindar dari kasus korupsi dan kasus pidana lainnya, Irgan mengatakan, PPP akan menyiapkan pakta integritas yang ditandatangani ketika ditetapkan menjadi caleg. Isinya, para caleg tersebut ditekan untuk tidak melakukan tindakan korupsi, pelanggaran etik dan moral, kejahatan kriminal dan sebagainya.

“Penjaringan caleg akan dilakukan secara ketat oleh PPP,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Selatan Yansen Tambunan mengatakan untuk langkan konsolidasi, pihaknya tidak mau terus terpengaruh dengan hasil survei saat ini. Menurutnya, yang penting untuk saat ini yakni terus melakukan sosialisasi dan pendekatan personal ke masyarakat. Menurutnya, saat ini Figur seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dibutuhkan oleh masyarakat.

“Survei itu untuk motivasi lah. Jangan dijadikan acuan untuk Pemilu mendatang. Masyarakat masih melihat figur SBY yang bersih,” tambahnya.(fer)

Komentar Anda

comments