Heboh, 4 Paku Tertanam di Wanita Paruh Baya

oleh -

PalapaNews. Warga Komplek Taman Mangu Indah Blok E1 No 3 Kelurahan/Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan dihebohkan dengan penyakit yang diderita Wiyah (52). Warga asal Sukabumi yang ditemukan warga di Pondok Aren tersebut menderita penyakit aneh, dengan empat batang paku di tubuhnya.

Semula, Wiyah ditemukan warga di sekitar Pasar Pondok Aren oleh warga. Wiyah saat ditemukan tengah mengalami sakit yang luar bisa, akibat benjolan besar di bagian punggungnya. Karena kasihan, warga pun melarikan wanita paruh baya tersebut ke Marcilea Foundation.

Bersama dengan Marcilea Foundation, Wiyah lantas dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosa
mengalami penyakit benjolan di atas tulang ekor. “Setelah dilakukan pemeriksaan Wiyah mengalami penyakit pembengkakkan tulang belakang,” kata Marcilea Pendiri Rumah Bersama Marcilea Foundation, Jumat (2/11/2012).

Anehnya, kata Marcilea, bukan hanya benjolan pada tulang belakang yang membuat Wiyah kerap mengalami kesakitan yang luar biasa. Wiyah juga diduga menderita penyakit aneh, yaitu ada paku di dalam tubuhnya.

“Walaupun secara medis sulit dibenarkan, tapi hasil rontgen di RSU Tangsel dan Rumah Sakit Umum Fatmawati menunjukan adanya benda aneh berupa paku didalam tubuh Wiyah, itu yang membuat kami heran,” ucapnya.

Keheranan pihak rumah sakit dan dirinya tidak berhenti sampai disitu, dari hasil rontgen lanjutan, yang dilakukan di RSUD Tangsel dan Rumah Sakit Fatmawati, dokter kembali heran, lantaran tidak hanya satu paku yang bersemayam ditubuh Wiyah,tapi ada kira-kira 4 paku sekaligus yang bersarang di tubuh Wiyah. “Keanehan ini coba kami urai secara medis,” imbuh Marcilea.

Saat ini, Wiyah di tampung sementara di Rumah Bersama Marcilea Foundation, di Komplek Taman Mangu Indah Blok E1 No 3 kelurahan Pondok Aren. Ia masih menjalani penanganan dari pihak Rumah Sakit Fatmawati, karena masih harus dikontrol oleh dokter tentang penyakit anehnya.

Sementara itu,Wiyah saat ditemui mengatakan, ia sengaja ke Kota Tangsel lantaran bingung harus berobat kemana. Di Sukabumi, Wiyah mengaku tidak banyak yang peduli dan terus mengalami penderitaan yang dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.

“Saya berbulan-bulan berjalan kaki dari Sukabumi ke Tangsel, tersesat tanpa ada yang peduli. Baru sekarang saya diobati,” tutur Wiyah.(awa)

Komentar Anda

comments