Retribusi Terminal di Kota Tangerang Minim

oleh -
Terminal Poris Plawad di Kota Tangerang. (bbs)
Suasana Terminal Poris.

TANGERANG- Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi terminal di Kota Tangerang tak sesuai harapan. Bahkan dari retribusi yang ditarget, realisasinya tak sampai separuhnya.

Dari data yang dihimpun, realisasi retribusi di Terminal Ciledug hanya 24 persen dari target Rp 533 juta, Terminal Poris dari target pendapatan Rp 1.389.900.000 baru mencapai 50,74 persen.

Selanjutnya di terminal Cimone baru mencapai 37,72 persen dari target pendapatan Rp 556,620.000, di terminal Pasar Baru, mencapai 37,51 persen dari target Rp 395.580.000. Sedangkan di terminal Cibodas baru mencapai 27,64 persen dari target pendatan Rp 284.400.000.

Minimnya retribusi terminal ini dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal, Endang Romza. Menurutnya, meskipun dibebani target pendapatan retribusi terminal hingga Rp 3,81 miliar per tahun, sampai saat ini target tersebut masih jauh dari harapan.

“Kami akui, pada beberapa terminal masih jauh dari target. Seperti di terminal Ciledug, sampai pertengahan tahun ini, baru bisa menghimpun 23,44 persen dari target Rp 533.500.000 yang harus dicapai selama setahun,” kata Endang Romza, Selasa (03/07/2012).

Padahal, kata Endang, potensi pendapatan retribusi yang dapat dihimpun dari terminal Ciledug bisa mencapai rata-rata Rp 1,5 juta per hari. Namun, sejauh ini, per harinya, dari sana petugas hanya mampu menghimpun Rp 600 ribu per hari.

“Harapan kami memang ada perbaikan di sana . Bahkan kedepannya, butuh juga terminal di Ciledug untuk memaksimalkan potensi pendapatan retribusi lebih besar lagi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Endang juga membeberkan pihaknya tengah berupaya menggenjot pendapatan dari retribusi terminal yang ada. Salah satunya berupaya memperbaiki manajemen, kinerja dan pelayanan di terminal.

“Soal pendapatan ini memang jadi perhatian kami. Namun, kami akui semua itu butuh dukungan dari pimpinan di Dinas Perhubungan dan masyarakat luas,” jelasnya.(nai)

Komentar Anda

comments