Atasi Stunting, Pemkot Tangsel Bentuk Kader Doremifasolasido

Palapanews.com- Untuk menekan jumlah stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pemerintah daerah setempat membentuk kader Doremifasolasido (Duta remaja anti anemia fahami sobat langkah awal sehat dari diri sendiri). Saat ini sudah tercatat 70 anak menjadi kader Doremifasolasido.

“Kader Doremifasolasido saat ini diikuti 70 anak, 35 dari SMP dan 35 dari SMA. Harapannya, para kader ini dapat mengajak teman-temannya untuk berprilaku sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr Allin Hendarlin, dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/5/2023).

Ia menambahkan, poin terpenting dalam melakukan pencegahan stunting dimulai 1.000 hari pertama kehidupan. Dari mulai ibu hamil sampai anak berusia dua tahun.

“Tetapi ada yang tidak boleh kita lupakan yakni dengan mengoptimalkan gizi para remaja. Karena ini merupakan aset dan investasi yang penting untuk menurunkan angka stunting, dan bisa menurunkan angka kematian ibu dan anak,” terangnya.

Dan salah satunya penyebabnya adalah anemia yang terjadi pada ibu hamil. Untuk itulah, program yang kita lakukan dalam mencegah hal tersebut adalah pemberian tablet penambah darah.

“Dan program ini akan dibantu kader Doremifasolasido,” tandasnya.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menambahkan angka stunting di Kota Tangsel terus menurun. Dari sebelumnya 19,9 persen, saat ini menjadi 9 persen.

“Kami terus melakukan berbagai rangkaian upaya lanjutan dalam mencegah dan menurunkan angka stunting. Salah satunya membentuk kader Doremifasolasido dan memberikan tablet tambah darah satu kali dalam seminggu bagi remaja putri, dan aktivitas fisik seperti olahraga,” ujar Benyamin.

Hal ini menjadi penting kata Benyamin, karena penyebab stunting salah satunya persoalan anemia.

“Stunting itu jangka panjang yang mempunyai dampak luar biasa. Untuk itu ya langkahnya lintas sektor dan ini untuk melahirkan generasi yang sehat,” kata Benyamin.

Dimana kesehatan perlu direncanakan sebaik dan sedetail mungkin untuk menjaga remaja dan generasi ke depan memiliki pola hidup yang sehat. (red)