Palapanews.com – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Reverse Vending Machine (RVM) botol plastik pada acara ‘PlastiKOS: Kita Olah Sampah’. Acara berlangsung di kampus UMN dan melibatkan para mahasiswa pada Selasa, 16 Mei 2023.
Sebagai upaya mensukseskan Sustainable Development Goals (SDG) ke-12, Responsible Consumption and Production, kolaborasi bersama Plasticpay ini menjadikan UMN sebagai kampus swasta pertama dan kampus ketiga di Indonesia yang memiliki RVM.
Peluncuran RVM dihadiri oleh Jajaran Rektorat, Dekan, Dosen, kelompok mahasiswa, perwakilan Plasticpay, perwakilan BSI, dan perwakilan Chatime di kantin UMN. Dalam sambutannya, Dr. Ninok Leksono, Rektor UMN, mengapresiasi kerjasama ini.
“Pada siang hari yang berbahagia ini, kita berada di sini untuk sebuah sosok biasa tapi memiliki makna yang mendalam untuk kontribusi kepada lingkungan,” tegas Ninok.
Kata Ninok, UMN merupakan kampus swasta pertama yang secara bangga tidak ketinggalan kereta api. UMN ikut berkontribusi dalam masalah lingkungan untuk menanggulangi pemanasan global. “Terima kasih kepada BSI, Plasticpay, Chatime, dan panitia yang telah mendukung seluruh perjalanan acara ini,” ucapnya.
Sementara itu CEO Plasticpay Suhendra Setiadi menyampaikan, bahwa gerakan ini erat sekali hubungannya dengan SDG ke-12 yaitu produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab dan pada acara ini juga merupakan sebuah pembuktian SDG ke-17 yaitu Partnerships For The Goals atau berpartner untuk satu tujuan.
“Karena kami di sini masing-masing mempunyai peran dan kekuatan sendiri-sendiri serta bagaimana kita bisa bergabung untuk mewujudkan suatu tujuan. Maka harapan kami kegiatan ini bisa terwujud menjadi sesuatu yang berkelanjutan atau sustainable,” tandas Suhendra.
Program PlastiKOS sendiri adalah salah satu hasil kerja kelompok mahasiswa pada mata kuliah Communication for Sustainable Development yang didampingi Kevin Sanly Putera, M.I.Kom, Dosen Program Studi Strategic Communication Universitas Multimedia Nusantara Digital Learning (UDL).
“Mata kuliah yang tergolong baru ini adalah wujud nyata komitmen UMN mendukung sustainability (keberlanjutan). Tugas akhir pembelajaran kami, para mahasiswa diminta untuk membuat proyek kolaborasi sesuai prinsip sustainable development dan SDGs,” papar Kevin.

PlastiKOS diinisiasi enam mahasiswa yang menaruh perhatian pada pengolahan sampah botol plastik secara sustainable. Dipimpin oleh Jennifer Lopez dan Dave Hapien, kelompok PlastiKOS memutuskan untuk menciptakan kolaborasi ini bersama Plasticpay sejak Februari 2023.
“Seluruh proses mulai dari rapat perdana antara UMN dan Plasticpay, persiapan, hingga hari H peluncuran, semua dijalankan bersama oleh para mahasiswa di kelas kami dan didukung berbagai pihak internal kampus,” jelas Kevin.
Plasticpay merupakan gerakan sosial yang mengutamakan kegiatan CSR yang berbasis pada kanal digital dengan tujuan untuk mengajak masyarakat bersama-sama membawa perubahan pada lingkungan dengan mengubah sampah botol plastik yang merusak menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berguna.
Sampah-sampah botol plastik yang telah dikumpulkan didaur ulang oleh Plasticpay berubah menjadi butiran, Recycled Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”), benang dan kain yang hasilnya berupa eco-friendly fiber dan kain daur ulang yang telah memenuhi standar kualitas tinggi.
Hasil daur ulang ini pun dijadikan sesuatu yang berguna seperti topi, kotak pensil, berbagai macam tas, boneka, bantal, dan lain sebagainya. Pengumpulan sampah ini tidak hanya membawa perubahan ke lingkungan saja, tapi sampah-sampah botol plastik yang dimasukkan ke dalam mesin dropbox dapat ditukarkan menjadi Plasticpay Point.
Plasticpay Point ini nantinya dapat digunakan untuk ditukarkan menjadi uang elektronik seperti OVO, Gopay, LinkAja serta dalam bentuk lainnya yaitu pulsa, paket data, transfer poin, transfer Bank atau Voucher belanja melalui aplikasi Plasticpay.
Melalui kerjasama multi-stakeholder antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) x Bank Syariah Indonesia x Chatime x Plasticpay harapannya adalah mempercepat akselerasi Program Dekarbonisasi Indonesia Net Zero Emission 2060 mendatang karena telah sesuai dengan SDGs no.12 (Responsible Consumption & Production) dan SDGs no.17 (Partnership for The Goals). (rls/bd)
