
Palapanews.com- Menteri Perhubungan mengunjungi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Batuceper Kota Tangerang. Kunjungan tersebut dalam rangka memeriksa layanan gratis untuk taksi online, Selasa, (06/2).
Menteti Perhubungan, Budi Karya Sumadi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri, Kadishub Kota Tangerang, Saeful Rohman meninjau langsung proses tahapan mulai dari pendaftaran sampai dengan selesai.
Menhub pun sempat berbincang dengan pemohon dari pengemudi taksi online. Menhub mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Kota Tangerang yang telah memberikan kesempatan uji kendaraan gratis bagi taksi online dan regional.
“Hari ini kami adakan uji KIR gratis dengan anggarannya dari pemerintah dan CSR,” kata Menhub.
Budi menyatakan, layanan uji KIR gratis merupakan salah satu tujuan nasional dalam meningkatkan keamanan bagi seluruh kendaraan penumpang baik itu bus, angkutan umum dan lain sebagainya.
“Sekarang ini kami berikan kesempatan kepada taksi,” katanya.
Budi menjelaskan, driver taksi memiliki tugas berat selain mencari nafkah juga memberikan layanan kepada masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah juga menginginkan kendaraan taksi memenuhi syarat yang telah diatur.
“Kemarin kita sudah berikan layanan SIM subsidi sekarang uji KIR paling tidak akan hadir di 10 Kota diantaranya Jakarta, Bandung, Makasar, Medan, Semarang, Denpasar, Pekanbaru,Palembang, Jogjakarta,dan Surabaya,” paparnya.
Budi memaparkan, proses pengujian di Batuceper sangat bagus dan cepat karena hanya memakan waktu selama 10 menit.
“Fakta disini tidak main-main, tadi ada kendaraan yang rem belakangnya tidak lulus, dan drivernya pun kaget ia bilang mau diperbaiki, artinya pemohon pun merasa tertolong, tadinya tidak mengetahui tetapi sudah dicek jadi tau,” jelasnya
Dikatakan Menhub, usai mengikuti tahapan pengujian, kendaraan akan mendapatkan plat tanda lulus uji.
“Tanda ini tidak diketok di mesin seperti yang dikhawatirkan tetapi dikalungkan, lalu dikasih shil timah digencet dan melekat, hal ini karena kami mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat bahwasanya tidak menginginkan tanda uji diketok dimesin dengan alasan yang saya juga tidak mengetahuinya,”ucap dia
Menhub pun mengajak kepada pemilik kendaraan baik online maupun konvensional untuk mengikuti pengujian kendaraan.
“Membawa kendaraan penumpang harus diberikan kepastian keselematan, dengan memiliki uji kir bagian penting safety telah dijalankan,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman, bahwa pengujian kendaraan gratis taksi online oleh Kementerian Perhubungan di Kota Tangerang baru diikuti sekitar 10 kendaraan dari sekitar 7 ribu taksi online yang berada di Kota Tangerang.
“Belum begitu banyak yang mengikuti baru sekitar 10 kendaraan dari jumlah keseluruhan yang mencapai sekitar 7 ribu taksi online di Kota Tangerang,” kata Kadishub Kota Tangerang, Saeful Rohman.
Dirinya berharap para pengemudi taksi online segera mengikuti pengujian karena mengacu kepada Permenhub 108 tahun 2017 angkutan umum dan khusus wajib memenuhi pengujian.
“Ini merupakan kebijakan Kemenhub berkenaan dengan keselamatan penumpang dan angkutan umum,” kata Saeful.
Ia menjelaskan, ajakan mengikuti pengujian agar para pengemudi khususnya di Kota Tangerang mendapatkan kuota yang telah ditetapkan untuk taksi online.
“Kuota nya bukan per kabupaten/kota, tetapi Jabodetabek sebesar 36150, kalau dari Tangerang tidak segera dilakukan, sedangkan daerah lain banyak yang melakukan uji, maka Tangerang akan kehabisan kuotanya, dan ini menjadi resiko untuk mereka,” papar Saeful.
Ia menambahkan, untuk kuota subsidi Kota Tangerang mendapatkan jatah 100 kendaraan, jika kehabisan kuota pengujian gratis, pengemudi dikenakan tarif sebesar Rp 80 ribu.
“Ada biaya pengujian jika diluar kuota gratis,” kata dia.
Sementara itu, dalam ujian ini terdapat empat tahapan dalam pengujian kendaraan dimulai dari pendaftaran dengan menyerahkan buku dan STNK lalu pembayaran kemudian pra uji dan tahapan pengujian.
“Disini sudah sangat transparan sekali dengan sistem komputerisasi dan pengecekan fisik,” tutupnya. (adv)
