JAWARA Ciptim untuk Lestarikan Adat dan Tradisi

Pengukuhan Jawara Ciptim oleh Sekda Kota Tangsel, Muhamad.

Palapanews.com- Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya cara jitu untuk melestarikan adat serta tradisi setempat. Caranya, yakni dengan membentuk JAWARA atau Penjaga Warisan Adat dan Tradisi Ciptim yang dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) No 800/kep.052-ctm/2017 yang dikeluarkan Camat setempat, Durrahman.

Dengan dibentuknya JAWARA, Durrahman berharap warisan seni dan budaya, baik tari dan silat yang berkembang di salah satu kecamatan di Kota Tangsel itu bisa dilestarikan. Tak hanya dilestarikan, tapi diwariskan kepada anak-anak agar mereka mengenal seni tradisional sendiri sebagai oewaris.

“Kami telah kukuhkan Jawara ini untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional baik tari dan silat yang ada di Ciputat Timur. Berbagai silat cukup banyak dan ini perlu dibina dengan benar,” katanya.

Ia menambahkan, JAWARA Ciptim ini beranggotakan berbagai perguruan silat dari Ciputat Timur. Harapannya, kreasi silat dan tari yang ada di Ciputat Timur bakal terus berkembang dan tercipta perguruan-perguruan silat baru. “Harapan kami mereka bisa berkreasi dan inovasi. Jadi tak hanya merawat semata namun dibutuhkan agar keberadaan seni tradisional ini hidup di tengah masyarakat,” tandasnya.

Ketua JAWRA Ciptim, Arbawih menambahkan saat ini baru ada 49 perguruan silat yang terdaftar dan berasal dari Kelurahan Pisangan, Cirendeu, Rempoa dan Rengas. Ia berharap, seluruh Kelurahan yang ada di Ciputat Timur bakal bergabung di JAWARA Ciptim.

“Kami memperkirakan akan bertambah banyak perguruan silat makin tambah banyak. Ini baru beberapa kelurahan saja yang ikut,” katanya.

Alasan pembentukan Jawara tidak terlepas dari keprihatinan pada generasi saat ini. Anak-anak gak lagi menengah asal usul budaya sendiri sementara budaya sangat mempengaruhi karakter dan perilaku seseorang, maka dari itu sangat penting dalam menjaga warisan budaya yang ada.

“Terbentuk karena keprihatinannya kita sehingga generasi pemuda kita tidak tahu budaya kita yang asli.Maka kita harus angkat kembali. Jauh-jauh sebelumnya sudah ada niat dan ini baru terlaksana,” tukasnya.

Sekda Kota Tangsel, Muhamad yang hadir dalam pengukuhan itu berharap para orangtua jangan pernah melupakan warisan orangtua dahulu. Warisan yang ditinggalkan memiliki keindahan dalam keseimbangan hidup ini.

“Kita jangan sampe lupa dengan akar budaya kita. Seni adalah keindahan tradisi. Hidup tanpa seni adalah kasar. Semua seni menampilkan keindahan. Sangat indah sekali dengan kemasan lebih baik,” katanya.

Ia pun berharap Jawara ini betul-betul berjalan sesuai harapan . Mereka bisa menyebarluaskan ke semua warga dari tingkatan RT hingga RW. Anak-anak agar diberikan pelatihan dan pengenalan mendalam.

“Kami mohon Jawara ini harus bisa mengembangkan ke tingkat RT . Kalau bukan kita siapa lagi. Kita hanya bisa merawat. Coba kita menciptakan. Kita tidak bisa!” paparnya. (adv)