TANGERANG — Meski tidak dalam kondisi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang tetap siaga. Berbagai program pun dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mencegah bencana atau menanggulangi bencana saat kejadian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tangerang, Junijar mengatakan, sesuai arahan Walikota Tangerang bahwa petugas BPBD tidak hanya melaksanakan kegiatan saat bencana terjadi seperti banjir dan kebakaran. Tetapi petugas BPBD harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terhindar dari bencana.
“Sosialisasi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana memang sudah menjadi tugas kita. Diharapkan pemahaman kepada masyarakat ini bisa meminimalisir bencana yang datang,” kata Junijar.
Junijar mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan oleh BPBD tidak hanya bersumber dari APBD saja, tetapi ada yang non APBD. Misalnya kegiatan pencegahan kebencanaan yang berbentuk sosialisasi dan pelatihan. Sasaran kegiatannya mulai dari instansi pemerintah, swasta hingga rumah sakit.
“Di rumah sakit kita memberikan pelatihan pencegahan kebakaran bagi personil tentang manajemen keselamatan kebakaran. Perusahaan juga banyak yang mengajukan permintaan sendiri agar petugasnya dilatih, termasuk beberapa SPBU,” ujar mantan Sekretaris Kecamatan Benda ini.
Bukan hanya itu, lanjut Junijar, dalam sosialisasi pihaknya juga rutin mengingatkan pengelola gedung, apartemen, mal, ruko dan hotel untuk pemeriksaan uji fungsi alat pemadam, baik yang sudah berdiri maupun yang sedang tahap pembangunan.
Banyak materi-materi yang diberikan seperti pengenalan teori api, langkah-langkah pencegahan kebakaran, tata cara penggunaan alat-alat proteksi kebakaran seperti hydrant, pompa dan lainnya.
“Petugas mereka tidak semua paham, biasanya mereka pengadaan barang dari pihak ketiga tapi petugasnya tidak dilatih. Makanya banyak juga permintaan ke BPBD untuk memberikan pelatihan,” jelas Junijar.
Kemudian materi yang diberikan yaitu bagaimana teknis penyelamatan korban, jalur evakuasi dan mengimbau pengelola gedung untuk membetuk MKKG (Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung) sesuai arahan Kepala BNPB.
“Kita mengarahkan pembentukan MKKG itu untuk mempermudah komunikasi yang nantinya tim itu akan dibina oleh BPBD,” tuturnya.
Terkait kesiapsiagaan bencana banjir, Junijar menuturkan, pihaknya melakukan monitoring yang dibagi dalam empat zona sesuai wilayah yang ditetapkan Kepala Pelaksana BPBD. Petugas mematau dengan memberikan bantuan teknis berupa mesin diesel dan unit-unit perahu.
“Kita juga nventarisasi titik lokasi yang masih jadi genangan. Disamping itu melakukan penyuluhan kebencanaan di 12 lokasi kelurahan terdampak banjir. Sampai bulan April ini sudah 4 kali melakukan penyuluhan bencana banjir dari 12 kali yang diprogramkan,” jelasnya.
Kemudian petugas BPBD memberikan langkah upaya penanggulangan bencana terkait kelembagaan dibentuk satuan gugus kebencanaan di 4 gugus yaitu Kecamatan karawaci, cipondoh, karang tengah dan ciledug.
“Kita juga agenda kelurahan tangguh bencana lebih khusus di lokasi kelurahan terdampak bencana, yang sudah ada di Kelurahan gembor,” tukasnya. (ADV)
Data Kekuatan Personil
Markas Komando BPBD 1 Pleton dan 76 Staf
UPTD Ciledug 1 Pleton dan 3 Staf
UPTD Batuceper 1 Pleton dan 3 Staf
UPTD Cibodas 1 Pleton dan 3 Staf
UPTD Periuk 1 Pleton dan 5 Staf
Sarana dan Prasarana
Perahu Alumunium 12 Unit
Perahu Viber 2 unit
Perahu Karet 4 Unit
Dayung 30 Unit
Pelampung 40 Unit
Tenda Posko 6 Unit
Tenda Keluarga Jenis Slot 10 Unit
Tenda Keluarga Jenis Kecil 4 Unit
Tali Statis dan dinamis 6 roll
Genset 24 Unit
Motor tempel 10 Unit
Mobil Truck 5 Unit
Pegawai BPBD 362 orang

