Kota Tangerang Siapkan Sistem Keselamatan Angkutan Lebaran, Targetkan Nol Kecelakaan

Palapanews.com- Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan sejumlah langkah pengawasan keselamatan dan manajemen lalu lintas untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Langkah tersebut difokuskan pada pencegahan kecelakaan serta pengendalian kepadatan kendaraan di jalur utama dan titik rawan kemacetan.

Upaya tersebut disampaikan Wali Kota Sachrudin saat menghadiri rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran yang dipimpin Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi di Pendopo Gubernur Banten, Senin (16/2).

Menurut Sachrudin, pemerintah daerah menargetkan terciptanya penyelenggaraan angkutan Lebaran yang aman dengan memprioritaskan pencegahan kecelakaan lalu lintas.

“Prioritas utama kami adalah mengupayakan nihil kecelakaan di wilayah Kota Tangerang serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan,” katanya.

Ia menjelaskan, pengawasan keselamatan akan dilakukan melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap armada angkutan umum, awak kendaraan, serta kelengkapan dokumen operasional. Pemeriksaan direncanakan berlangsung di Terminal Poris Plawad serta sejumlah pool armada, di antaranya PO Rosalia Indah, PO ALS, dan PO Hariyanto.

Selain pemeriksaan armada, pemerintah daerah juga menyiapkan manajemen lalu lintas terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Strategi tersebut mencakup penempatan petugas di persimpangan rawan kepadatan, penyiapan jalur alternatif, serta pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan di lokasi strategis.

Sachrudin menambahkan, edukasi keselamatan berkendara juga akan diperkuat guna meningkatkan kesiapan pengemudi dan pengguna kendaraan selama periode mudik.

“Kami mengimbau masyarakat menyiapkan perjalanan mudik sejak dini agar perjalanan berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan pemerintah daerah di wilayah Banten dalam menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. (ydh)