Palapanews.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperkuat pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili melalui pengawasan terpadu di sejumlah rumah ibadah. Pengamanan tersebut difokuskan untuk menjamin ketenteraman masyarakat sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah umat Tionghoa di berbagai wilayah.
Pengamanan dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang berdasarkan surat perintah tugas yang mengatur penugasan personel pada 16–17 Februari 2026. Personel disiagakan sejak sore hari dengan pola pengamanan preventif dan pendekatan humanis untuk menjaga suasana tetap kondusif.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna, menyatakan pengamanan difokuskan pada upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah secara aman dan nyaman.
“Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan keagamaan berjalan tertib, aman, dan kondusif, sekaligus sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketenteraman masyarakat,” ujarnya.
Pengamanan dilakukan secara merata di 12 kecamatan dengan menempatkan personel di sejumlah vihara dan klenteng yang menjadi pusat kegiatan ibadah. Beberapa lokasi pengamanan antara lain Vihara Tri Dharma Suci di Kecamatan Tigaraksa, Vihara Cetia Dharma Mangala di Kecamatan Cisoka, Vihara Kwan Kung Bio di Kecamatan Cikupa, serta Klenteng Cheng Bu Bio di Kecamatan Legok.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di Vihara Sobhita Tridharma Kecamatan Cisauk, Vihara Vajra Bumi Nusantara Kecamatan Curug, Vihara Ekayana Kecamatan Kelapa Dua, hingga Vihara Tanjung Maitreya di Kecamatan Mauk. Jumlah jemaat di lokasi pengamanan diperkirakan bervariasi, mulai puluhan hingga ratusan orang.
Pelaksanaan pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan melibatkan aparat kepolisian dari Polresta Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, serta Polres Tangerang Selatan. Dukungan pengamanan juga diperkuat unsur TNI melalui Kodim 0510/Tigaraksa.
Menurut Ana, sinergi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memastikan stabilitas keamanan selama berlangsungnya kegiatan keagamaan di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Kolaborasi antarinstansi diperlukan agar pengamanan berjalan optimal dan masyarakat dapat merayakan Imlek dengan tenang,” katanya.
Pengamanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum serta menegakkan peraturan daerah, khususnya pada momentum kegiatan masyarakat berskala keagamaan. (ydh)
