Palapanews.com- Satu tahun belum cukup untuk menilai secara utuh arah pembangunan sebuah daerah. Namun, sepanjang 2025, tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono mulai memperlihatkan fondasi pembangunan di Kota Tangerang melalui penguatan infrastruktur, layanan publik, serta tata kelola pemerintahan.
Pembangunan yang dijalankan tidak hanya tercatat dalam dokumen perencanaan, tetapi mulai hadir dalam ruang publik, pelayanan pemerintahan, hingga pola kerja kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Perbaikan infrastruktur lingkungan serta peningkatan kapasitas aparatur menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola kota yang lebih tertib dan responsif.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Tangerang menekankan konsistensi pembangunan dengan menitikberatkan pada ketepatan sasaran program. Pendekatan tersebut diarahkan agar setiap kebijakan mampu menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat secara langsung.
Pengamat kebijakan publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, menilai salah satu karakter menonjol dalam tahun pertama pemerintahan Sachrudin–Maryono adalah keberanian memfokuskan kebijakan pada kebutuhan dasar masyarakat melalui program unggulan 3G, yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako.
Menurutnya, program tersebut dinilai mudah dipahami publik serta memiliki dampak langsung pada sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
Ia menilai, apabila dijalankan secara konsisten dan diperkuat dari sisi kualitas layanan, program tersebut berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan sosial dan ekonomi jangka menengah daerah. Namun, ia juga menekankan bahwa tantangan ke depan terletak pada keberlanjutan serta pemerataan kualitas pelaksanaan program.
“Yang terpenting bukan hanya capaian yang cepat terlihat, tetapi dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat secara adil dan merata,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, sejak awal masa kepemimpinan, arah pembangunan kota difokuskan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Dan kita bekerja bukan sendiri, tetapi melibatkan semua pihak,” ujar Sachrudin.
Ia menjelaskan, tahun 2025 menjadi fase penguatan fondasi pembangunan, mulai dari pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pembangunan fisik yang menyentuh lingkungan permukiman.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada laporan administratif atau seremoni semata, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah diakses, lingkungan yang lebih tertata, serta ruang kota yang semakin nyaman.

Sachrudin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari unsur legislatif, dunia usaha, komunitas, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar pembangunan dapat berjalan selaras dan saling menguatkan.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang, KH Ahmad Baijuri Khotib. Ia menilai kepemimpinan Sachrudin–Maryono memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan daerah, sehingga dinilai memahami karakter masyarakat serta dinamika pembangunan kota.
Menurutnya, dalam satu tahun pertama kepemimpinan, pembangunan memang belum dapat dinilai secara menyeluruh, namun arah kebijakan serta tahapan pembangunan mulai terlihat.
Ia juga menilai stabilitas daerah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global, sehingga masyarakat tetap memiliki ruang untuk beraktivitas dan bekerja. Selain itu, gaya kepemimpinan yang kolaboratif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Pengamat kebijakan publik menilai capaian pembangunan yang mulai terlihat merupakan hasil dari konsistensi kebijakan serta sistem pemerintahan yang berjalan berkelanjutan. Berbagai capaian dinilai lahir dari tata kelola pemerintahan yang terstruktur dan terarah.
Tahun pertama pemerintahan Sachrudin–Maryono dinilai menjadi fase peletakan fondasi pembangunan jangka panjang. Ke depan, keberlanjutan program serta pemerataan kualitas pembangunan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kemajuan Kota Tangerang pada periode kepemimpinan selanjutnya. (adv)
