Naik, Penerima Bantuan Sembako di Tangsel Mencapai 19.249 Keluarga

oleh -
Mensos Juliari P Batubara pada penyerahan KKS di Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia mencatat adanya penambahan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tercatat, sebelumnya sebanyak 13.284 KPM menjadi 19.249 atau naik 5.965 KPM.

“Di Kelurahan Sawah ada sebanyak 198 keluarga penerima manfaat baru,” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara saat menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kelurahan Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangsel, Selasa (21/4/2020).

Menurutnya, program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunain (BPNT) ini berbeda dengan bantuan sembako presiden.

“Bantuan sembako target kita 9 juta seluruh Indonesia,” tegasnya.

Diketahui Kemensos menambah jumlah penerima bantuan sosial program sembako sebanyak 4,8 juta KPM sebagai upaya perlindungan terhadap dampak wabah covid 19.

“Penambahan 4,8 juta KPM ini merupakan perluasan program sembako yang dulu dikenal dengan nama BPNT,” ungkapnya.

Mensos menambahkan dengan adanya penambahan sebanyak 4,8 juta maka jumlah penerima program sembako menjadi 20 juta KPM di seluruh Indonesia pada tahun 2020.

“Sebelumnya jumlah penerima program sembako sebanyak 15,2 juta KPM. Sekarang menjadi 20 juta KPM,” tambah mantan Ketua IMI dua periode ini.

Semengara Sekertaris Dirjen Penanganan Fakir Miskin Nurul Farijati menjelaskan KPM perlusasan program sembako akan mendapatkan bantuan setiap bulan 200.000 hingga Desember.

“Mereka yang mendapatkan perluasan ini sudah masuk basis data terpadu kemensos,” jelas Nurul.

Nurul menambahkan program sembako ini berbeda dengan bantuan sembako presiden senilai 600.000 rupiah selama 3 bulan.

“Kalau yang bantuan sembako Presiden itu sebulan cair 2 kali dengan nilai 300.000 yang diwujudkan dalam bentuk sembako dengan rincian antara lain beras, minyak goreng, sarden, kornet, sambal, kecap, mie instan, susu UHT, teh, dan sabun mandi,” imbuh Nurul. (nad)

Komentar Anda

comments