Tableau Jawab Kebutuhan “User Friendly” Visualisasi Data Hadapi Industri 4.0

oleh -
Peserta DQLab Meetup 15 mengenai Tableau dalam Visualisasi Data. foto : ist
banner 300250

Palapanews.com – Tableau hadir bagi Anda yang mendambakan kecepatan, namun tetap akurat dalam memproses sebuah data bagi kepentingan bisnis masa kini.

Tableau adalah sebuah software yang membantu manajemen dalam mempercepat pengambilan keputusan berdasarkan visualisasi data. Bisnis pada era ini memerlukan proses yang serba cepat. Proses cepat itu pun harus tetap memperhatikan akurasi yang berdasarkan pada data.

Tableau bisa membantu perkembangan bisnis untuk pengambilan keputusan berdasarkan data yang kita miliki secara akurat. Hasil Research Gartner Report Februari 2017, Tableau menduduki chart/quadrant teratas dibidang Platform BI (Business Intelligence) bersama 2 platform sejenis.

Tableau lebih mudah digunakan daripada Microsoft Excel, terutama jika data yang dimiliki dalam jumlah besar. Keunggulan lainnya adalah, Tableau dapat membaca data secara cepat dan tepat.

Kevin Stewart, Analytics – Traveloka menyampaikan, “Menggunakan perangkat lunak Tableau merupakan langkah awal untuk pemula dalam mengolahan data untuk menghasilkan visualisasi data. Hal ini sangat baik untuk memberikan insight sehingga akan lebih tepat dan mudah dalam pengambilan suatu keputusan.”

Menurutnya penggunaan Tableau tepat untuk pemula yang ingin memulai karir di bidang data terlebih jika pengguna memiliki ilmu dasar excel. Penggunaannya yang mudah hanya dengan drag dan drop membuat pemula bisa dengan mudah mengolah data dan menghasilkan insight untuk pengambilan keputusan.

Di event DQLab Meetup #15 kali ini bertema “Tableau 101 (+ Practical Session using Tableau with Study Case)”. Pada sesi DQLab Meetup #15 dibawakan oleh Kevin Stewart (Analytics – Traveloka). Sesi ini berlangsung pada pada Rabu, 29 Januari 2020 di Microsoft, Jakarta Selatan.

Yearry Panji, Member DQLab yang berprofesi sebagai dosen statistika Jurnalistik mengakui, dengan mempelajari Tableau banyak insight menarik yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

“Harapannya si saya bisa sharing dengan mahasiswa saya minimal bisa dipakai untuk riset dan metodologi. Karena kampus saya berbasis digital dan teknologi nah tools semacam ini juga saya rasa perlu diajarkan ke mahasiswa,” katanya. (rls/bd)

Komentar Anda

comments