Miris, Ayah Tiri Gagahi ABG di Tangsel hingga Hamil 2 Kali

oleh -
Ilustrasi. (bbs)

Palapanews.com- Nasib memilukan dialami remaja berinisial H (16). Dibawah ancaman pisau, dia dipaksa melayani nafsu Selamet (38), sang ayah tiri sejak tahun 2014 silam di rumahnya di bilangan Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Perbuatan keji sang ayah tiri menyebabkan korban hamil hingga 2 kali, di tahun 2016 lalu, dia mengalami keguguran. Lalu pada hamil yang kedua, ABG putus sekolah itu melahirkan bayi perempuan di RSU Kota Tangsel pada (4/9/2019) lalu.

Korban sendiri sebenarnya berstatus yatim-piatu. Ayah kandungnya yang berprofesi sebagai sopir angkot telah lama meninggal. Lalu ibunya menikah kembali dengan Selamet, pria yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung barang bekas di Kedaung, Pamulang.

Didampingi neneknya, Nurhayati (65), serta kuasa hukum, korban memberanikan diri bercerita tentang perbuatan keji sang ayah tiri. H menuturkan, jika kenyataan pahit itu terjadi saat almarhumah ibu kandungnya tengah sakit-sakitan sekira tahun 2014 silam.

“Waktu itu ibu sakit keras, jadi tiap malam dia (Selamet) maksa sambil ngancam bawa pisau ke tempat tidur,” katanya di loby Mapolres Tangsel, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Di bawah ancaman kekerasan, korban tak bisa berbuat banyak. Bahkan nafsu bejat Selamet kian menjadi, sepeninggal istrinya yang berpulang akibat mengidap sakit tumor. Semenjak itu, hampir tiap malam tubuh korban jadi pelampiasan birahi ayah tirinya.

“Nggak berani ngelawan, nggak berani ngadu ke siapa-siapa. Karena dia ngancam pakai pisau terus,” bebernya.

Setiap hari, korban hanya beraktiftas di dalam rumah. Terlebih saat bentuk tubuhnya terlihat membesar akibat mengandung darah daging Selamet. Para tetangga, sempat pula curiga dan menduga jika dirinya sedang hamil. Namun hal itu langsung disanggah ayah tirinya.

“Pernah waktu keluar rumah ada tetangga yang nanyain, katanya perutnya agak beda. Tapi saya nggak pernah jawab, terus langsung masuk ke rumah lagi,” jelasnya.

Pada kehamilan pertama, janin yang dikandung H mengalami keguguran di kamar mandi rumah. Saat itu, dia sendiri tak mengetahui detail usia kandungannya. Hanya terlihat gumpalan-gumpalan daging bercampur darah kental berceceran di lantai.

“Nggak ada yang tahu kejadian waktu itu, ada darah menggumpal aja yang keluar waktu ke kamar mandi. Terus dia (Selamet) bilang ke saya, jangan cerita ke siapa-siapa. Habis itu disuruh dikubur gumpalan darahnya,” imbuhnya.

Perbuatan keji Selamet terus berlanjut, hingga akhirnya korban kembali mengandung darah dagingnya untuk kedua kali, hingga melahirkan di RSU Tangsel. Mendengar kabar itu, Nurhayati datang menjenguk sambil berusaha mencari tahu siapa yang menghamili cucunya.

“Tanggal 4 kemaren lahir di RSU, bayinya perempuan, alhamdulillah sehat. Habis itu, dia (H) saya bawa ke rumah, karena khawatir kalau di rumah bapaknya (Selamet) nanti kurang ke urus. Waktu itu saya belum tahu siapa yang hamilin,” ucap Nurhayati menambahkan.

Sejak itu, H dan bayinya tinggal bersama Nurhayati di dekat Pasar Ciputat. Barulah di sana kemudian, dia berterus terang mengenai perbuatan bejat Selamet. Kesal mendengar itu, lantas pihak keluarga mengadu ke LBH Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) guna melaporkannya ke polisi.

“Kan namanya orang nggak ngerti, jadi nggak tahu harus lapor kemana. Akhirnya dibantu ke LBH, terus baru lapor ke polisi,” terangnya.

Sementara Kuasa Hukum korban, Ferry Irawan, mengatakan, pihaknya mendampingi H untuk visum terlebih dahulu hari ini, Jumat (11/10/2019) di RSU Tangsel. Baru kemudian kembali mendatangi unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel guna membuat laporan.

“Sebenarnya sudah datang dan bertemu petugas di unit PPA, tapi di sana disuruh visum dulu. Habis itu baru kembali membuat laporan dengan melampirkan hasil visum,” tandas Ferry. (nad)

Komentar Anda

comments