Tawuran Sampai Mati di Ciputat, 7 Anggota Geng Salak Dibekuk

oleh -
Pelaku tauwran yang diamankan Polres Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap 7 dari 14 orang pelaku tawuran yang mengakibatkan seorang meninggal dunia akibat 33 luka sabetan benda tajam. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (19/4/2019) sekitar pukul 01.30 WIB di jalan Bukit Raya, Ciputat.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikh mengatakan salah satu pelaku tawuran berma Panji yang masih DPO yang juga anggota kelompok Geng Salak berkomunikasi lewat media sosial Facebook dengan korban yang bernama Steven Saulus Kevin (22).

“Tersangka Panji ini janjian dengan korban dari kelompok Parben (Parung Benying) untuk COD yakni istilah pelaku dan korban untuk melakukan tawuran,” ungkapnya Selasa (23/4/2019).

Setelah janjian COD, kata Alex, kemudian para tersangka mengajak rekan-rekannya yang lain untuk melakukan tawuran, setelah tersangka berkumpul lengkap dan melengkapi diri demgam senjata tajam, kemudian para tersangka menuju tempat kejadian perkara.

“Setelah di TKP bertemu dengan korban, kemudian sempat beradu mulut dan kemudian para tersangka seketika membacok korban menggunakan senjata tajam jenis celurit,” ujarnya.

Alex juga mengatakan, para tersangka ini membacok korbannya di bagian punggung kiri kanan, kepala sisi kanan, belakang kepala sisi kiri, dada kiri, pinggul kiri dan kanan, serta bagian telapak kanan serta kiri korban.

“Berdasarkan hasil otopsi dan visum, dijelaskan bahwa korban meninggal dengan 33 luka tusukan benda tajam di tubuhnya. Setelah para tersangka melakukan aksinya lalu mereka melarikan diri,” katanya.

Ke tujuh tersangka yang sudah di tangkap, tambah Alex yakni BTG (16), FJR (17), RDW (17), Tedy (18), Tanto (21), Farhan (20), dan Jamet (19).

“Para tersangka kita kenakan pasal 340 dan atau 338 dan atau 170 ayat 2 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan berencana dan atau menghilangkan nyawa orang lain serta kekerasan dimuka umum yang menyebabkan korban meninggal dunia dengam ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati,” tambahnya. (nad)

Komentar Anda

comments