Dampak Pembangunan Perimeter Bandara Soetta, Ratusan Warga Geruduk PN Tangerang

oleh -

Palapanews.com- Sebanyak 200 Warga Desa Rawarengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, melakukan unjuk rasa di Pengadilan Negeri Tangerang.

Unjuk rasa tersebut terkait lantaran belum adanya kejelasan ganti rugi pembebasan lahan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta.

Koordinator unjuk rasa yang juga sebagai salah satu warga terdampak, Samsudin mengatakan, mereka mengancam akan menerbangkan layang-layang di kawasan bandara tersibuk di Indonesia tersebut.

Mengingat, jarak rumah mereka hanya sekira 10 meter dari landasan pacu pesawat terbang di Bandara Soekarno-Hatta yang kini tengah proses pembebasan lahan.

“Ingat kami ini warga tinggal lama di sana, aspirasi kami tidak dilanjuti, kami akan terbangkan layang-layang di dekat bandara. Bayangkan saja penerbangan akan kacau. Sekarang warga bikin layang-layang yang gede ya,” ujar Samsudin, Senin, 11 Maret 2019.

Samsudin menjelaskan, terdapat tiga rukun warga (RW) yang hingga saat ini belum mendapatkan hak ganti ruginya terkait pembangunan landasan pacu baru tersebut.

“Kami sudah tiga tahun bertahan, pembangunan terus berjalan dan tanpa ada melirik ke kami rakyat kecil. Kalau hujan dikit banjir seada-adanya. Hukum itu selalu tajam ke bawah tumpul ke atas,” teriak Samsudin.

Ketiga RW yang masih belum mendapatkan ganti ruginya hingga saat ini adalah RW 15, 16 dan 18 Desa Rawarengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Dari informasi yang didapatkan, PT. Angkasa Pura II telah menitipkan uang ganti rugi tanah sengketa sebesar Rp 430,35 miliar ke Pengadilan Negeri Tangerang. Hal itu sejalan sebagaimana termaktub dalam UU No.22 tahun 2012 tentang sistem pembayaran tanah bersengketa yang mengatur konsinyasi.

Sementara, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang belum memberikan konfirmasi ketika dimintai keterangan.(rik)

Komentar Anda

comments