Banjir Ganggu Operasional Bandara Soetta, AHY Dorong Kolaborasi Lintas Daerah

Palapanews.com- Penanganan banjir di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) membutuhkan koordinasi lintas wilayah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi untuk mengatasi persoalan banjir yang berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan operasional bandara.

Hal tersebut disampaikan AHY saat meninjau progres normalisasi Sungai Kali Perancis dan anak sungainya di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (6/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait.

AHY mengatakan, banjir yang kerap terjadi pada Januari hingga Februari menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional Bandara Soetta. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penundaan penerbangan bahkan tercatat mencapai 20 persen dan berdampak terhadap ketepatan waktu penerbangan atau *on-time performance*.

“Berdasarkan laporan dan peninjauan, salah satu faktor utama penyebab banjir adalah sedimentasi dan pendangkalan Sungai Kali Perancis beserta anak sungainya,” ujar AHY.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan normalisasi sungai dengan mengerahkan sejumlah ponton ekskavator guna meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air. Selain itu, disiapkan pompa air stasioner (*submersible*) dan pompa bergerak (*mobile*) di sejumlah titik rawan genangan.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan kolam retensi seluas 3,4 hektare sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.

Menurut AHY, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial karena wilayah terdampak meliputi sejumlah daerah, mulai dari DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang hingga Jakarta Barat.

“Ini membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi semua pihak. Karena persoalan banjir ini melintasi batas wilayah, penanganannya juga harus dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan, Pemkot Tangerang siap mendukung upaya penanganan banjir melalui dukungan sumber daya, infrastruktur, serta fasilitasi pembebasan lahan dan pemanfaatan aset sesuai kewenangan.

“Pemkot Tangerang siap mendukung dan memfasilitasi berbagai kebutuhan agar kolaborasi ini berjalan optimal. Kami siap bersinergi, termasuk dalam dukungan infrastruktur, sumber daya, serta koordinasi terkait lahan dan aset,” ujar Sachrudin.

Ia menilai, penanganan banjir di kawasan Bandara Soetta merupakan kepentingan bersama karena bandara tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, konektivitas nasional, dan aktivitas perekonomian.

Karena itu, menurut Sachrudin, diperlukan kerja sama antarpemerintah dan instansi terkait agar penanganan banjir dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelancaran operasional bandara. (ydh)