Palapanews.com- Kegiatan talkshow bertajuk Generasi Milenial Melawan Korupsi di Hari Anti Korupsi Internasional menjadi momen bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel untuk memberikan sesuatu kepada mahasiswa STAN Bintaro, Pondok Aren, Minggu (9/12/2018).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangsel, Bima Suprayoga di hadapan ribuan mahasiswa STAN mengatakan dengan integritas yang baik segala sesuatu bisa menjadi lebih baik. Karena dengan integritas, ada satu hal yang menunjukkan sifat atau perbuatan disintegritas, yaitu korupsi.
“Tanpa ada integritas tak bisa melangkah kedepan yang lebih baik. Integritas itu ditetapkan di hati kita, agar iman dan taqwa kita kuat,” katanya dalam talkshow.
Bahkan, dirinya kerap bekerjasama dengan para alumnus STAN dalam penanganan perkara mengenai korupsi. Dirinya, juga berpesan untuk selalu tidak semena-mena dalam bekerja.
“Kami (Kejari) selalu bekerjasama dengan alumni dari STAN. Jadi yang harus dipegang teguh oleh mahasiswa adalah kenali hukum jauhi hukuman, jika seperti itu kalian tidak akan semena-mena dalam bertugas,” tuturnya.
Bima juga mengisahkan pengalamannya dalam penanganan kasus korupsi. Pada saat menangani suatu kasus, ketua tim yang saat itu tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.
“Pengalaman penangan korupsi, saya pernah menangani suatu kasus. Pada saat penanganan kasus berlangsung, ketua tim saya terkena OTT KPK. Tugas jaksa itu sangat berat, dalam proses penyidikan pasti dalam tekanan, disaat itu justru ada tim kami melakukan kesalahan. Itu yang membekas di hati saya, jadi harus bekerja yang benar dan berintegritas yang tinggi,” bebernya.
Dirinya juga, mengingatkan agar para mahasiswa STAN Bintaro jangan pernah bermain-main dengan uang negara.
“Pean saya jangan main-main dengan uang negara dan jangan pernah bermain suap menyuap,” pungkasnya. (nad)
