Begini Cara Pemkot Tangsel Cegah Praktik Korupsi

oleh -
Kajari Bimo Suprayoga menyematkan Pin Hari Anti Korupsi kepada Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Foto: Nad

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah mencanangkan tekad untuk membersihkan praktik korupsi di Tangsel dengan beberapa upaya. Ada tiga upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah.

“Ada 3 inovasi pertama, dalam keuangan Pemkot Tangsel sudah menerapkan sistem non tunai. Kedua, pendorongan lelang barang dan jasa berkoordinasi dengan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) dengan KPK yang dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk melihat progres kedepannya,” kata Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie pada Talkshow Integrity Day Festival di STAN Bintaro, Pondok Aren, Minggu (9/12/2018).

Kemudian ketiga, dalam pelatihan bendahara serta pengelola barang saat akhir tahun, Pemkot Tangsel menurunkan tim verifikator dari aparat penegak hukum dan pihaknya pun telah membentuk Unit Pengendali Gratifikasi sejak 2016.

“Bahkan hingga saat ini kami telah membangun sistem integritas nasional dan akan menjadi tuan rumah rembuk integritas pada 2019,” imbuhnya.

Integritas menurutnya, bukan soal perjanjian hitam putih yamg sudah dilakukan dari eselon 3 ke eselon 2 dan eselon 2 ke Walikota saja.

“Tapi, sebagai perjanjian kerja dan harus dibangun terus menerus, mengingatkan, melatih diri, menyadarkan mana yang melanggar hukum atau tidak,” imbuhnya.

Dengan adanya Tim saber pungli bersama Polres Tangsel dan Kejari Tangsel pihaknya telah diingatkan. Kemudian, menginisiasi tunas integritas untuk mencegah dan melawan korupsi bersama-sama dengan partisipasi semua lapisan masyarakat. (nad)

Komentar Anda

comments