Kecamatan Pondok Aren Antisipasi Aksi Tawuran

Palapanews.com- Aksi tawuran pelajar menjadi perhatian banyak pihak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kecamatan Pondok Aren melakukan siaga. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi jangan sampai ada aksi tawuran di wilayah Pondok Aren.

Kecamatan Pondok Aren mengelar rapat dengan tema “Tatap Muka Tiga Pilar Dalam Rangka Antisipasi Tawuran Pelajar”. Di hadiri oleh para lurah, kepala sekolah, jajaran Polsek Pondok Aren dan Koramil Pondok Aren.

Camat Pondok Aren, Makum Sagita menyampaikan di hadapan komponen tiga pilar meminta supaya dapat menekan angka kriminalitas utamanya aksi tawuran di Setu. Jangan sampai aksi tawuran anak sekolah merembet ke kawasan Pondok Aren sehingga anak -anak menjadi korban kekerasan yang menjadikan nyawa sebagai taruhan.

“Saya tidak ingin kejadian seperti dikecamatan Setu ada tawuran. Semua komponen harus kerjasama dalam menekan potensi kriminal di Pondok Aren, baik jajaran Kepolisian dan Koramil serta para lurah, RT dan RW,” katanya.

Pihaknya pun bakal melakukan razia di sekolah-sekolah yang ditengarai berpotensi rawan tawuran. Razia yang dilakukan memeriksa tas milik siswa sebelum masuk ke ruang kelas atau arena kelas. Karena dikhawatirkan membawa senjata tajam atau obat-obat terlarang. Razia pun akan dilakukan pada jam masuk sekolah. Bagi yang berkeluyuran di jalanan bakal langsung diamankan.

“Mengadakan razia sajam tas siswa sebelum masuk ke kelas itu juga dilakukan dikhawatirkan membawa sajam atau narkoba. Kami juga akan melakukan upaya pada jam belajar siswa tidak boleh di luar sekolah. Kami akan mengadakan jam operasi. Jika ada siswa di luar sekolah saat jam belajar kami akan tangkap. Titik-titik rawan tawuran dan titik mangkal anak sekolah akan dicari,” tambah ia.

Makum menyampaikan dirinya akan serius membangun kebersamaan semua unsur agar dapat menghalau kemungkinan-kemungkinan di wilayah Pondok Aren.

“Maka dari itu kepada para lurah lapor kepada saya jika ada tempat yang suka untuk nongkrong anak-anak sekolah. Jangan sampe menutup-nutupi. Kenapa saya begini karena ibu wali sudah menekankan. Bukan hanya anak sekolah saja tapi di mana ada titik-titik rawan, seperti geng motor harus diamankan,” tambah ia.

Demikian disampaikan Wakapolsek Pondok Aren, AKP Purwanto meminta agar semua elemen mau melakukan pengawasan di level paling bawah. Di samping itu, perlu ada pembina upacara setiap sekolah secara bergilir untuk diberikan materi secara bergantian.

“Mari kerjasama bareng-bareng untuk bisa menjaga lingkungan. Saya mengharapkan kepala sekolah SMP dan SMA buat jadwal pembina upacara, agar diisi secara bergantian baik oleh Camat, Kapolsek dan Danramil. Dengan jadwal ini kita buat pemahaman,” imbuhnya.

Menurutnya hal ini terjadi karena faktor tren yang terjadi di berbagai wilayah. Biasanya senior kerap mengajak juniornya untuk melakukan aksi-aksi tawuran sehingga perlu dibina agar para junior tidak mudah diajak ke hal negatif.

“Ini tren keributan sebagai senioritas biasanya yang sudah senior mengajak juniornya. Untuk Pondok Aren sampai saat ini relatif aman. Mari amankan 11 kelurahan se Pondok Aren. Ada 3 kelurahan Pondok Pucung, Pondok Jaya, Pondok Karya yang rawan kriminalitas. Harapannya kita kerjasama,” tambahnya. (hms)

Komentar Anda

comments