Kampung Batik Kembang Mayang Destinasi Baru Kota Tangerang

oleh -

Palapanews.com- Di tanah air ini tersimpan banyak kekayaan yang bisa dimanfaatkan karena banyak aset dan potensi yang bisa digali dan dikembangkan.

Dengan kreativitas yang tinggi ada saja yang bisa dibikin menarik. Lihat saja gawean warga Larangan Selatan, Kota Tangerang. Kemahiran warga disana terutama kaum ibu dalam membatik mereka tuang dalam bentuk mural hingga melahirkan destinasi wisata baru bernama Kampung Batik Kembang Mayang.

Kehadiran Kampung Batik Kembang Mayang di Kota Tangerang ini tentu semakin menambah pilihan bagi warga dalam melaksanakan wisata lokal yang tak kalah hebat dengan Kampung Bekelir yang lebih dulu digaungkan.

Pemukiman padat penduduk di Kelurahan Larangan Selatan, yang sekarang beken bernama Kampung Batik Kembang Mayang itu berada di Jalan Mayang RT 02 RW XI, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Pertamakali menginjakkan kaki disana, mata dibikin terbelalak dengan seni mural batik tiga dimensi dengan motif batik di dinding-dinding warga. Usut punya usut, seni mural itu rupanya buah karya para ibu-ibu disana yang memang menekuni kesenian batik.

Farah, penggagas Kampung Bati Kembang Mayang menyebut gambar seni mural awalnya mengadopsi corak batik secara umum, tetapi lama kelamaan mulai menemukan corak khusus, yakni Kembang Mayang, sesuai dengan lokasi kampung setempat.

Keberadaan mural batik pada tembok rumah warga bukan lahir begitu saja. Cikal bakalya dari warga disana punya tempat pelatihan produksi batik yang bertempat di Posyandu.

Disana, baik remaja, muda-mudi maupun ibu-ibu rumah tangga di perkampungan Kembang Mayang mulai belajar memproduksi batik, mulai proses canting, pewarnaan, pelapisan warna, hingga ngelorot atau merebus kain batik. Hingga akhirnya di lokasi setempat didirikan sanggar membatik dan kemudian muncul ide keras membuat mural batik di tembok tembok rumah.

“Awalnya, warga di sini merelakan tembok-temboknya dicat motif batik,” kata Pendiri Sanggar Batik Kembang Mayang, Farah.

Konsep kampung batik di Larangan Selatan sendiri, kata Farah, menggandeng kampung batik yang sudah berjalan. Yakni, kampung batik Pal Batu, Jakarta Selatan.

“Karena warga rela temboknya di mural batik, kemudian kami lakukan sedekimian rupa. Karena belum ada kampung batik di Tangerang,” beber Farah.

Menurur Farah, dia dan warga disana sama sekali belum mendeklarasikan kampungnya sebagai kampung batik. “Tapi kami sudah menyebut kampung kami Kampung Batik Kembang Mayang,” ujarnya.

“Alhamdulillah masyarakat sangat mendukung merelakan rembok mural dibatik,” cetus Farah

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang tengah gencar mempromosikan Kampung Batik Kembang Mayang kepada masyarakat luas. Kegiatan promosi dilakukan melalui pameran dan beragam even.

“Kita akan mempatenkan batik khas Tangerang, promosi juga akan terus dilakukan dalam berbagai even, seperti Festival Cisadane dan festival-festival budaya lainnya,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Kota Tangerang, Sudadi.

Ia mengatakan sebutan Kampung Batik di wilayah tersebut karena warga setempat memiliki keterampilan dalam membuat batik.

“Warga juga secara mandiri menghias lingkungan dengan motif batik seperti tembok pemukiman dan beberapa ruang publik lainnya,” katanya.

Keterampilan warga dalam membuat batik mendorong kawasan ini menjadi Kampung Batik dan destinasi wisata baru. Sebagai bagian dari pengembangannya, Sudadi mengatakan, Pemkot Tangerang rutin melakukan pelatihan membatik kepada warga.

Tercatat, ada 40 warga yang ikut dalam pelatihan tersebut sejak tanggal 6 Maret 2018 lalu selama empat hari.

Kemudian, begitu juga pengembangan melalui sanggar batik yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Jumat. “Pelatihan akan kita lakukan rutin dalam pengembangan kreatifitas warga,” ujarnya.

Sementara itu, untuk sisi pariwisatanya, Kepala Bidang Pariwisata, Rizal Ridhollah menambahkan, jika Kampung Batik Larangan telah mulai banyak dikenal warga.

Hal tersebut terlihat dari banyak warga yang datang untuk melakukan swafoto di Kampung Batik tersebut. Selain itu, sosialisasi melalui berbagai forum pun terus dilaksanakan.

Diakuinya, kehadiran Kampung Batik semakin menambah pilihan bagi warga dalam melaksanakan wisata lokal setelah sebelumnya ada Kampung Bekelir. “Jadi, transformasi Kota Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi pun semakin nyata karena setiap wilayah menyediakan wisata yang bagus dan menarik,” ujarnya. (adv)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.