Perda Retribusi Tangsel Kurang Optimal

oleh -
Ratusan sepeda motor parkir di area parkir Samsat Serpong.(dok)

Palapanews.com- Peraturan Daerah (Perda) No 9 Tahun 2014 tentang Retribusi Daerah di Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai kurang optimal. Indikatornya, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi hanya Rp88 miliar per tahun.

“Saya setuju Pemkot mengusulkan Raperda tentang Retribusi Daerah, karena Perda yang lama kurang optimal,” kata Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel, Amar.

Saat ini, menurut Amar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi penyumbang terbesar retribusi. Padahal, jasa pelayanan publik yang dijalankan pemerintah daerah cukup banyak, tak hanya IMB.

“Pendapatan tak sebanding dengan biaya perawatan atas jasa pelayanan publik yang diberikan. Sehingga biaya yang dikeluarkan untk jasa pelayanan publik selalu dibebani dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),” tandasnya.

Amar juga mengatakan, nantinya perubahan yang terjadi dalam Raperda ini ialah, kenaikan tarif restribusi yang selama ini dianggap sangat kecil. Namun perubahan atau kenaikan tarif restribusi ini dinilai tidak akan terlalu membebani masyarakat.

Ada pun beberapa yang tertuang, seperti sarana olahraga, dimana Pemkot Tangsel memiliki beberapa aset sarana olahraga yang disewakan. Namun, selama ini tarif retribusinya sangat kecil dan ini akan diubah.

“Seperti kolam renang di Bintaro, itukan sampai saat ini tiketnya cuma Rp2 ribu, nanti akan kita naikan lagi. Dan menurut kami juga itu hal yang wajar, karena biaya perawatan untuk kolam renang itu selama ini masih terbebani di APBD,” ujarnya.

Jika retribusi dinaikan, maka menurut Amar biaya perawatan jasa dan saranan pelayanan publik pun tidak lagi dibebani oleh APBD. ‚ÄúDengan ini pos APBD yang tadinya untuk perawatan ini bisa kita geser untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tangsel, yang lebih penting,” paparnya.(jok)

Komentar Anda

comments