4 Pelaku Pungli Diamankan

oleh -

Palapanews.com – Jajaran Polrestro Tangerang berhasil membongkar praktik pungutan liar (pungli) di kawasan industri. Para pelaku biasa menjalankan aksinya di kawasan industri Kalisabi RT 03 / RW 11, Kelurahan Uwug Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Wakapolrestro Tangerang, AKBP Erwin Kurniawan mengungkapkan, praktik pungli tersebut terendus setelah pihaknya mendapat informasi dari warga. Sebab, masyarakat yang melewati di jalur itu diperas oleh para tersangka.

Ada empat pelaku yang terjaring operasi tangkap tangan di lokasi. Mereka yang diamankan di antaranya Supriyadi (52), Gopur (30), Fahrozy (40), dan Jamaludin (41).

“Modusnya mereka melakukan pungutan liar dengan membuat portal di jalan kawasan industri. Tiap pengendara yang lewat dimintai uang, dan plang yang dipasang akan dibuka,” ujar Erwin kepada awak media saat ditemui di Mapolrestro Tangerang.

Menurut Erwin, kelompok para tersangka ini begitu terorganisir. Mereka membuat karcis masuk portal dan berbagi – bagi peran.

“Ada yang mencatat kendaraan masuk, ada yang membuka portal, dan ada juga yang memungut uangnya. Mereka yang kami tangkap ini bekerja dengan tersangka berinisial R. Kalau R hingga hari ini belum menyerahkan diri, maka akan kami lakukan penangkapan,” ucapnya.

Erwin mengungkapkan, pelaku R mengklaim mempunyai tanah di sekitar kawasan industri tersebut. Ia menyuruh anak buahnya untuk membuat portal, dan meminta uang bagi para pengendara yang melintas.

“Tanah tersebut sengketa dengan pihak kawasan industri setempat. Gugatannya di MA (Mahkamah Agung),” kata Erwin.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sejumlah karcis dan uang hasil pungutan liar tersebut.

“Mobil biasa dikenai Rp10.000, truk bok dipungut biaya Rp25.000, kalau truk besar harus membayar Rp50.000,” ungkapnya.

Dikatakan Erwin, jalan tersebut merupakan akses satu – satunya yang bisa dilewati para pengendara mobil.

“Dalam sebulan tersangka R meraup Rp30 juta. Seharinya anak buahnya bisa mendapatkan omzet Rp3 juta,” pungkasnya. (pp)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.