Menteri ATR: Butuh 100 Tahun Sertifikasi Lahan di Indonesia

oleh -
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil (kedua dari kiri) saat kunjungan ke Ciputat. (nad)
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil (kedua dari kiri) saat kunjungan ke Ciputat. (nad)

Palapanews.com- Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan butuh 100 tahun untuk melakukan sertifikasi tanah di seluruh Indonesia. Kata dia, program sertifikasi tanah nasional se-Indonesia itu kini terus berjalan.

“Untuk tahun ini sertifikasi tanah secara nasional ditargetkan minimal 5 juta sertifikat. Kita sudah lakukan sensus tanah sejak 2015,” kata Sofyan Djalil saat meninjau pelaksanaan Sensus Tanah di Kecamatan Ciputat, Jumat (16/12/2016).

Ia mengaku, dari 110 sampai 120 juta bidang tanah diluar hutan, 46 juta bidang tanah di antaranya sudah bersertifikat.

“Kita jadikan Tangsel ini pilot project dan diharapkan dalam dua tahun ini seluruh bidang tanah di Tangsel sudah terdaftar dan bersertifikat,” paparnya.

Sofyan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Tangsel yang telah bersama-sama membantu penyelenggaraan sensus pertanahan tersebut.

“Kita berterimakasih sekali kepada Tangsel dan kota-kota lain, karena mereka juga punya kepentingan untuk pajak daerah, tata ruang dan macam-macam dari sensus tanah ini. Kita berharap Kota Kabupaten lain juga begitu,” imbuhnya. (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.