Arief Kecewa Kinerja Dirut PDAM Tirta Benteng

oleh -
Walikota Tangerang saat sidak pelayanan PDAM Tirta Benteng. (ist)
Walikota Tangerang saat sidak pelayanan PDAM Tirta Benteng. (ist)
Walikota Tangerang saat sidak pelayanan PDAM Tirta Benteng. (ist)

Palapanews.com- Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah kembali melakukan inspeksi mendadak terkait penyaluran air bersih kepada masyarakat. Tak beda jauh dengan sidak sebelumnya, Arief nampaknya masih terlihat kecewa dengan Dirut PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang.

Kali ini, kekesalan Arief selaku Owner di perusahaan plat merah tersebut diakibatkan oleh adanya salah satu Mitra Usaha PDAM TB yakni PT Bintang Hytien Jaya (BHJ) yang juga menyuplai air bersih buat PDAM Cabang 2 melayani langsung suplay air bersih ke masyarakat Kota Tangerang.

Bersama Dewan Pengawas PDAM dan beberapa Staf PDAM TB, Arief pun langsung mendatangi kantor PT BHJ yang berlokasi di Perumahan Regency Pinang. Berdasar penuturan GM PT BHJ, Deddy memang benar pihaknya melayani langsung suplay air bersih untuk tiga kecamatan yakni Pinang, Cipondoh dan Karang Tengah.

Melihat kondisi tersebut Arief terlihat kecewa karena Suyanto selaku Direktur PDAM terkesan terlambat menyikapi hal tersebut.

“Hal begini kok dibiarkan, kan sudah tidak boleh melayani dari hulu ke hilir,” tegas Wali Kota.

Sebagaimana diketahui, UU No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi per tanggal 18 Februari 2015, sehingga pengelolaan sumber daya air dikembalikan sepenuhnya ke pemerintah sebagaimana mengacu pada UU No. 7 tahun 1974 dan PP 121/2015 serta PP 122/2015.

Oleh karenanya, Arief menginstruksikan agar PDAM Tirta Benteng segera mengevaluasi semua perjanjian dengan mitra usaha terkait pengelolaan air bersih di Kota Tangerang.

“Setelah Moya diamandemen, seharusnya PDAM bisa bergerak cepat dengan dengan merevisi perjanjian dengan mitra usaha lain sebagaimana ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ditambahkan Arief, ia mmendesak PDAM Tirta Benteng untuk lebih responsif terhadap perkembangan aturan yang berlaku dan juga tuntutan masyarakat akan penyediaan air bersih.

Tak sampai disitu, Arief juga menyoroti lambatnya serapan sambungan langsung (SL) ke masyarakat. Apalagi kalau melihat hampir dua juta jiwa warga Kota Tangerang baru 31% warga Kota Tangerang yang terlayani air bersih dengan rincian 8% dari PDAM Tirta Benteng dan sisanya dari PDAM Tirta Kertaraharja dan Mitra Usaha PDAM lainnya. (uad)

Komentar Anda

comments