Perawat Jadi Tulang Punggung RSU Tangsel

oleh -
Karyawan RSU Tangsel foto bersama usai seminar memperingati Hari Perawat Sedunia. (one)
Karyawan RSU Tangsel foto bersama usai seminar memperingati Hari Perawat Sedunia. (one)
Karyawan RSU Tangsel foto bersama usai seminar memperingati Hari Perawat Sedunia. (one)

Tangsel, PalapaNews.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar peringatan Hari Perawat Sedunia yang jatuh 12 Mei silam. Kegiatan ini menjadi satu rangkaian dengan Hari Jadi ke-6 rumah sakit milik Pemerintah Kota Tangsel ini.

Kepala Bidang Keperawatan pada RSU Kota Tangsel, H Asep sopari SKM,MM,MKM mengatakan peringatan Hari Perawat Sedunia ini diperingati dengan kegiatan seminar. Peserta seminar, yakni perawat yang bertugas di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Padjajaran, Pamulang ini.

“Undang-undang soal Keperawatan kan sudah terbit, yakni UU No 38 Tahun 2014. Kami sosialisasikan kepada para perawat agar menjadi pegangan atau panduan mereka dalam bekerja,” katanya menjelaskan.

Kata Asep Sopari, perawat harus paham dengan tugasnya. Maka itu, pihaknya memberikan pemahaman tentang pentingnya perawat dan peraturan dalam UU. Kenapa? Karena masyarakat butuh perlindungan terhadap tindakan keperawatan.

“Jadi melalui aturan yang baru terbit itu, perawat bekerja sesuai koridor aturan. Melalui UU baru ini, dua-duanya terlindungi, baik itu perawatnya yang bekerja tidak semena-mena dan pasiennya yang juga terlindungi,” tandasnya.

Keberadaan perawat di RSU Kota Tangsel, Asep Sopari amat penting dan menjadi tulang punggung. Kata dia, dari 196 tenaga perawat yang bertugas, dibagi menjadi tiga shift dan bekerja selama 24 jam. “Perawat itu menjadi tulang punggung, karena keberadaan dokter itu kan sedikit,” jelasnya.

RSU Kota Tangsel, menurutnya memiliki standar tersendiri terhadap keperawatan. Menurutnya, setiap perawat yang bertugas wajib memiliki basic life support. Jadi, setiap perawat mampu menangani pasien dalam kondisi yang gawat.

“Pasien masuk ke rumah sakit kan dalam kondisi yang kurang bagus. Jadi, setiap perawat harus melakukan penanganan secara cepat,” kata Asep Sopari menandaskan.

Masih menurut dia, setiap perawat sebelum bertugas diberi pelatihan. Setiap tahun, RSU Kota Tangsel menganggarkan biaya pelatihan bagi perawat yang baru bekerja. “Setiap ruangan dibekali panduan, seperti perawat di ruang ICU, ruang NICU dan lainnya, jenis pelatihannya berbeda-beda,” kata dia. (adv)

Komentar Anda

comments