Dugaan Intimidasi Siswa, Ini Jawaban Sinarmas World Academy

oleh -
Manager Sinarmas World Academy BSD, Deddy Djajaria. (man)
Manager Sinarmas World Academy BSD, Deddy Djajaria. (man)
Manager Sinarmas World Academy BSD, Deddy Djajaria. (man)

Tangsel, PalapaNews.com – Sinarmas World Academy (SWA) melalui managernya, Deddy Djajaria membantah adanya intimidasi terhadap Calix Chow, salah seorang siswa sekolah berlokasi di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan itu.

Soal somasi yang dilayangkan tim kuasa hukum orangtua Calix Chow, Deddy Djajaria mengatakan hal itu sah saja. Pasalnya diakui Deddy, masing-masing orang punya pandangan sendiri dan pihak SWA pun punya pandangan tersendiri untuk kasus Calix.

“Kita sudah lakukan mediasi sebanyak tiga kali, bahkan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) serta orangtua Calix, tapi tidak berhasil,” katanya menjelaskan, Selasa (17/5/2016).

Diketahui, dalam simasi yang dilayangkan orangtua Calix, pihak sekolah harus meminta maaf dan mengembalikan uang administrasi Calix selama satu tahun. Sedangkan pihak SWA, menurut Deddy hanya mau menggantikan satu semester saja alias hanya enam bulan dari satu tahun masa belajar.

“Managemen tetap hanya mengganti satu semester, tidak bisa dibayar full selama satu tahun sesuai permintaan orangtua Calix. Terkait somasi, kami sudah terima dan akan menindaklanjuti,” kata dia.

Baca: Ortu Siswa Somasi Sinarmas World Academy BSD

Dirinya menekankan bahwa tidak ada intimidasi dan pihak SWA menyatakan Calix dikelurakan atas permintaan orangtuanya, terutama ibundanya Calix, Rossy Chen. Setelah aksi berkelahinya Calix dengan temannya yang mengakibatkan luka di pelipis mata temannya.

“Kami tidak ada intimidasi, buktinya kedua adik Calix masih tetap bersekolah di SWA. Soal permintaan keluar, itu datang dari orangtuanya. Semuanya kami memiliki bukti dan data,” terangnya.

Sementara, untuk kasus adiknya Calix yakni Calynn yang sedang duduk di kelas dua sekolah dasar. Sesuai dengan ketentuan manageman SWA, pendaftaran disertai pengisian pembayaran. Apabila tidak terisi, maka pihak manajeman akan mengganti ke calon murid lainnya.

“Tidak benar, ada kaitan dengan permasalahan Calix. Orangtuanya, telat melampirkan administrasi, sehingga terpaksa gugur karena kursi sudah penuh. Siapa yang mendaftar duluan ya kami proses dan kami pun telah menghubungi pihak keluarga Calix untuk melakukan konfirmasi,” jelasnya. (man)

Komentar Anda

comments