Sistem pengelolaan sampah di Benda Baru bisa jadi solusi bagi Tangsel

oleh -
Warga Benda Baru kelola sampah menggunakan mesin insinerator. (zar)
Warga Benda Baru kelola sampah menggunakan mesin insinerator. (zar)
Warga Benda Baru kelola sampah menggunakan mesin insinerator. (zar)

Tangsel, PalapaNews.com – Sampah selalu menjadi bagian dari beragam persoalan yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hal tersebut coba ditanggulangi oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Puri Resik 2 di Benda Baru 7, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

Jika melongok Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Reuse and Recycle (3R) di Benda Baru 7, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel rasanya menjadi satu solusi alternatif untuk pengelolaan sampah di Kota Tangsel.

Mempunyai semangat “pengelolaan sampah bersih’ TPST 3R di Benda Baru 7 ini menjadi sebuah gambaran, bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan di setiap kelurahan di Kota Tangsel. Jika berasumsi untuk mengurangi volume sampah yang datang ke TPST Cipeucang, Serpong.

TPST 3R di Benda Baru 7 ini dikelola oleh KSM Puri Resik 2. Beranggotakan empat pengelola, KSM Puri Resik 2 membawahi enam operator untuk mengoperasikan insinerator serta lima orang untuk mengoperasikan kendaraan pengangkut sampah.

“Kami menggunakan insinerator untuk membakar sampah yang masuk ke TPST,” ungkap Tamir, belum lama ini.

Setiap harinya, lanjut Tamir, pihaknya mengelola sampah dari 1.200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Benda Baru. Volume sampah yang dihasilkan dari tiga Rukun Warga (RW) ini sebanyak 16 meter kubik per hari.

Walaupun masih tergolong sedikit jika diukur dengan kemampuan insinerator yang mencapai 75 meter kubik per 24 jam, Tamir enggan menambah beban sampah yang datang ke TPST ini. Alasannya pun masuk diakal, kurangnya SDM dalam pengoperasian insinerator.

“Jika dipaksakan penambahan jumlah volume sampah, nantinya akan terjadi penumpukan sampah di lokasi pengolahan,” katanya.

Tamir tak mau tergiur dengan jumlah uang yang dipungut ke warga sebesar Rp15 ribu per bulan. Saat ini, kemampuan SDM yang ada di TPST 3R ini hanya untuk 1.200 KK. Jika ke depannya ada cukup SDM, rencana, KSM yang berisi para pensiunan ini akan menyesuaikan dengan kemampuan tampung insinerator.

“Jangan sampai ada sampah sisa yang tak terbakar di lokasi. Semua yang sudah dipilah harus segera dibakar agar tak menimbulkan bau,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Operator Insinerator TPST 3R Benda Baru Ali Imran. Menurut Ali, volume sampah yang masuk harus disesuaikan dengan SDM yang ada dan kemampuan tampung insenerator dalam mengolah sampah per hari.

“Mesin Insinerator di TPST ini (TPST 3R Benda Baru, red) buatan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS),” tandasnya. (zar)

Komentar Anda

comments