DPRD Tangsel: Batasi Toko Modern di Perkampungan

oleh -
Ketua DPRD Tangsel M Ramlie. (dok)

Ketua DPRD Tangsel M RamlieTangsel, PalapaNews — Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pemerintah kota membatasi pertumbuhan toko modern di pelosok perkampungan. Keberadaan toko modern dapat menggerus pedagang kecil di perkampungan.

“Saya tidak setuju kalau pasar modern ada di kampung, orang kampung yang mengandalkan hidup dari usaha warung kecilnya jadi pada bangkrut,” kata M Ramlie, Ketua DPRD Tangsel, Jumat (25/3/2016).

Ia menyarankan pasar modern berdiri di tengah pemukiman, seperti perumahan dan klaster-klaster elit yang memiliki pangsa pasar luas. Selain itu, jika pasar modern tersebut berada di tengah perkampungan, keberadaannya akan menimbulkan gengsi di tengah-tengah masyarakat perkampungan itu sendiri.

“Faktor gengsi di tengah masyarakat perkampungan juga jadi tinggi, jika Alfamart dan Indomart ada di kampung. Orang kampung belanjanya pada pindah ke situ, di situ persoalannya. Pokoknya saya ngak setuju kalau di kampung ada pasar modern,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Kondisi berbeda, menurutnya berlaku jika pasar modern tersebut berada tak jauh dari pasar tradisional yang ada di Tangsel. Ia memaparkan, keberadaan pasar modern di kawasan pasar tradisional tidak memiliki pengaruh terhadap perputaran perekonomian yang dilakukan para pelaku usaha di pasar tradisional tersebut.

“Kalau letaknya berada tak jauh dari pasar tradisional, itu ngak berpengaruh karena harga dan pembelinya berbeda. Dan iniĀ  akan menandakan kota Tangsel benar-benar hidup dengan adanya persaingan seperti itu,” bebernya. (hen)

Komentar Anda

comments