Sah! STIE Prasetiya Mulya Berubah Jadi Universitas

oleh -
Peresmian Universitas Prasetiya Mulya. (ist)
Peresmian Universitas Prasetiya Mulya. (ist)
Peresmian Universitas Prasetiya Mulya. (ist)

Tangerang, Palapa News — STIE Prasetiya Mulya secara resmi berubah menjadi Universitas Prasetiya Mulya mulai 17 Maret 2016. Hal itu sebagai bukti komitmen penempatan orientasi kesesuaian pendidikan tinggi untuk menciptakan para entrepreneurship dan pemimpin bisnis abad 21.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetiya Mulya, kini menyandang status sebagai Universitas Prasetiya Mulya sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 87/KPT/I/2015. Djisman Simandjuntak secara resmi mendapatkan amanah menjadi Rektor Universitas Prasetiya Mulya yang pertama.

Djisman Simandjuntak mengatakan sejalan dengan fenomena yang terjadi secara global, Indonesia mulai memerlukan reformasi pola pendidikan. Universitas harus menjadi katalisator untuk kehidupan yang lebih baik, tidak hanya saat ini, tapi juga di masa depan. Universitas Prasetiya Mulya ingin memelopori reformasi tersebut melalui kolaborasi antar-disiplin ilmu dan saling melengkapi satu sama lain.

“Para wirausahawan serta pemimpin inovatif yang dihasilkan oleh Universitas Prasetiya Mulya, kami yakini akan mampu menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi tetap optimal,” tegas Djisman  saat acara peresmian di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Serpong.

Terbentuknya Universitas Prasetiya Mulya juga menjadi wujud penciptaan pendidikan tinggi yang sekaligus sebagai pusat inkubasi usaha. Nantinya, tiap program studi yang ditawarkan, akan memiliki partner dari kalangan industri guna memastikan kesesuaian pola pendidikan dengan tantangan dunia industri yang terus berkembang pesat.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengutarakan harapannya, agar Universitas Prasetiya Mulya mampu bersaing di dalam percaturan pendidikan Indonesia dan berkelas dunia, serta mampu melakukan inovasi dan kreasi untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi pasar persaingan yang pesat, terutama Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Menurutnya, saat ini di Indonesia, masih sedikit jumlah universitas yang mampu membayangkan seperti apa dan bagaimana teknologi di masa depan bisa dikembangkan serta dikelola untuk berdampak positif bagi manusia. Maka peresmian Universitas Prasetiya Mulya kemudian menjawab kebutuhan Indonesia untuk memiliki penyelenggara pendidikan tinggi yang menggabungkan cara berpikir dunia bisnis dengan science, technology, engineering, dan mathematics.

“Program studi baru yang ditawarkan oleh Universitas Prasetiya Mulya memberikan peluang masa depan lebih baik dalam pesaingan global,” tambah Prof Nasir. (bd)


Komentar Anda

comments