Sama-sama Ngotot, Musda DPD PAN Tangsel Deadlock

oleh -
Logo Partai Amanat Nasional. (bbs)
Logo Partai Amanat Nasional. (bbs)
Logo Partai Amanat Nasional. (bbs)

Tangsel, PalapaNews — Musaywarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Sabtu (27/2/2016) berlangsung deadlock. Masing-masing calon sama-sama ngotot dalam proses musyawarah.

Diketahui, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Banten telah menurunkan empat nama yang masuk dalam bursa calon Ketua DPD PAN Tangsel. Sesuai dengan aturan partai, keempat nama itu diminta secara musyawarah untuk menunjuk satu ketua terpilih.

Namun, keempat nama, yaitu Saeful Radian, Asropi Setiawan, Zulfahmi Harahap dan Nusyadin tak ada yang mau mengalah. Mereka sama-sama ngotot untuk menjabat sebagai Ketua DPD PAN Tangsel.

Ketua DPW PAN Banten, Masrori, mengatakan sebenarnya dari pihak Provinsi Banten sangat menginginkan semuanya diselesaikan dengan cara musyawarah tanpa harus deaclock.

“Tetapi kita tetap hormati hasil politik teman-teman di Tangsel. dan kalau sudah deadlock begini maka kami akan ambil kembali empat nama itu untuk kami pilih satu nama yang menjadi Ketua PAN Tangsel,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, DPW Banten memiliki batas waktu 14 hari kedepan untuk menentukan siapa yang akan diturunkan kembali satu nama yang akan menjadi Ketua PAN Tangsel.

“Kita akan ferivikasi kembali selama 14 hari ke depan utnuk mencari satu nama yang terbaik dari seluruh kader terbaik ini, yang akan memimpin PAN Tangsel ke depannya,” ujarnya.

Menurut Masrori, sistem musyawarah ini merupakan sistem baru di PAN, terutama dalam Musda dan Muswil. Sebelumnya dalam Musda dilakuka pemilihan untuk menenrukan ketua baru.

“Karena in sistem baru, dan menurut kami sistem ini sangat bagus. Karena dengan begini sangat mampu menekan praktik politik uang dalam pemilihan ketua,” unkapnya.

Sementara para calon tersebut, masih enggan berkomentar banyak mengenai dinamika politik internal PAN yang tidak mampu menempuh jalan musyawarah tersebut.

Seperti Asropi yang hanya menyerahkan seluruhnya kepada provinsi. “Kita serahkan sajalah ke DPW, kita hormati hasilnya nanti seperti apa. yang terpenting itu seluruhnya berjalan kondusif. Inikan hal biasa dalam dinamika politik,” ujarnya. (jok)

Komentar Anda

comments