Ratusan Warga Cendana Residence Segel Kantor Pengembang

oleh -
Warga Cendana Residence berorasi menuntut pengembang. (man)
Warga Cendana Residence berorasi menuntut pengembang. (man)
Warga Cendana Residence berorasi menuntut pengembang. (man)

PalapaNews- Ratusan warga perumahan Cendana Residence gelar aksi damai di kantor Marketing Pengembang Cendana Residence, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (7/11/2015) lalu. Mereka menuntut janji pengembang untuk merealisasikan janjinya kepada para warga ataupun calon pembeli perumahan Cendana Residence.

Perwakilan warga Cendana Residence, Irfan mengatakan sudah delapan tahun pengembang Cendana Residence menjanjikan pembangunan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) di dalam perumahan Cendana Residence.

“Tapi sampai saat ini janji pengembang tidak terbukti. Kami sangat kecewa, makanya aksi ini terpaksa digelar, karena pihak pengembang dinilai tidak memberikan respon positif terkait tuntutan warga dengan jumlah KK-nya mencapai sekitar 900 orang,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi yang sudah dilakukan antara warga dengan pengembang di antaranya melalui diskusi hingga surat menyurat. Namun, sampai saat ini tidak ada keputusan yang jelas terkait tuntutan warga Cendana Residence sekaligus sebagai konsumen dari PT Arthaland Karyamaju selaku pengembang.

“Di antara tuntutan yang ditagih warga dari janji-janji pengembang adalah tempat bermain untuk anak-anak yang layak, infrastruktur untuk akses internet dan telekomunikasi. Berubahnya Site Plan Club House yang semula dijanjikan sebagai fasilitas warga berubah menjadi area komersial (kavling rumah), ” papar Irfan.

Aksi ini diwarnai dengan penyegelan pagar gerbang kantor pemasaran perumahan tersebut. Aksi penyegelan oleh ratusan warga tersebut membuat para petugas kemanan kantor pemasaran ini terjebak karena masih berada di dalam.

Sementara, salah seorang petugas kemanan kantor pemasaran dari Pt Arthaland Karya Maju Suharyanto mengungkapkan, akibat penyegelan warga ini ia bersama rekan security lain sangat dirugikan.

“Selain terjebak, kita juga sulit melakukan aktifitas pekerjaan. Dikarenakan hari Sabtu pihak manajemen tidak satupun berada di kantor,” tukasnya. (man)

Komentar Anda

comments