Tokoh Masyarakat Kota Tangerang Ngadu ke WH

oleh -
Wahidin Halim saat sosialisasi empat pilar di Kota Tangerang. (ist)
Wahidin Halim saat sosialisasi empat pilar di Kota Tangerang. (ist)
Wahidin Halim saat sosialisasi empat pilar di Kota Tangerang. (ist)

Palapanews- Sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kelurahan di Kota Tangerang mengadu ke anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Wahidin Halim. Keluhan yang meluncur, seputar kondisi ekonomi yang semakin berat hingga buruknya pelaksanaan pembangunan oleh Pemprov Banten di kota tersebut.

Hal ini terungkap saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Tangerang, pekan kemarin. Dalam kegiatan itu, hadir 100 perwakilan tokoh masyarakat dari berbagai kelurahan di kota berjuluk akhlakul karimah.

“Kondisi ekonomi yang makin berat ini, kadang bisa menjadi pemicu konflik dan meningkatnya tindakan kriminalitas. Kami khawatir ini terjadi pada warga di sekitar kami Pak, apalagi sebagaian mereka menganggur karena lapangan kerja sangat sulit. Bagaimana mengatasi ini?” Tanya Zainul, tokoh masyarakat Cipondoh.

Ada juga yang mengeluhkan pelaksanaan pembangunan oleh Pemprov Banten seperti jembatan Ciledug Indah di jalan raya Hasyim Ashari. Sejak dua tahun belakangan, pelaksanaan proyek tersebut belum juga rampung.

“Selama 2 tahun tiap hari kami menikmati macet akibat belum kelar jembatan Kali Angke, kami baru tau bahwa itu proyek Pemrov Banten, kami minta Bapak WH sebagai wakil rakyat kami agar menegur Gubernur bila perlu laporkan ke presiden. Ini sangat mengganggu masyarakat,” tegas Asep Setiawansyah, Pengurus Forum RT di Ciledug.

Menanggapi berbagai pertanyaan dan aspirasi yang muncul saat dialog, Wahidin Halim merespons dengan positif. Ia mengajak tokoh masyarakat yang hadir untuk menjadi teladan dan corong bagi menenangkan masyarakat. Bukan memprovokasi sehingga terjadi konflik dan kekerasan.

“Terkait molornya pembangunan jembatan Kali Angke, saya sudah dua kali kirim surat ke Gubernur karena banyak warga yang mengeluh. Kondisi ekonomi yang diduga akan terjadi krisis karena merosotnya nilai rupiah dan persaingan tenaga kerja yang ketat memang anak-anak muda kita harus memiliki pendidikan yang cukup dan juga skill atau kompetensi yang memadai,” jawab WH, sapaan akrab Wahidin Halim. (nai)

Komentar Anda

comments