“Jangan Pilih Bakal Calon Walikota yang Ngerusak!”

oleh -
Ilustrasi.(facebook)
Ilustrasi.(facebook)
Ilustrasi.(facebook)

Palapa News- Sosialisasi bakal calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel) jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015, Desember nanti mulai marak. Sayangnya, sosialisasi yang dilakukan tak mengindahkan kelestarian lingkungan.

Contohnya, pemasangan alat peraga kampanye di pohon yang ada di sejumlah ruas jalan di Kota Tangsel. Celakanya, pemasangan alat peraga di pohon itu dengan cara memantek menggunakan paku.

“Belon (belum) jadi aja udah ngerusak, begimana (bagaimana) udah jadi. Jangan pilih bakal calon yang ngerusak!” kata aktivis lingkungan dari KMPLHK Ranita UIN Jakarta, menanggapi banyaknya pohon yang dijadikan sarana pemasangan alat peraga kampanye, Rabu (10/6/2015).

Estetika sebuah kota, menurutnya dilihat dari seberapa rapi dan tertatanya sebuah kota. Namun, lantaran ulah bakal calon walikota yang kurang memerhatikan lingkungan, rusak seketika.

“Untuk menata sebuah kota itu tidak murah. Bahkan membutuhkan sekitar 20 persen dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Tangsel,” tandasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai Kota Tangsel bakal sulit meraih Piala Adipura yang sudah diidamkan sejak lama. “Bagaimana bisa mendapatkan adipura kalau banyak ‘sampah visual’ di ruang publik juga tidak dikelola,” Tanjung menambahkan.

Ia juga meminta kepada para bakal calon walikota maupun tim suksesnya untuk lebih kreatif dalam sosialisasi. “Harus lebih kreatif lah, jangan sampai ngerusak,” tegasnya.(nyo)

Komentar Anda

comments