Puteri Indonesia Membatik di Pendopo Liwo

oleh -
Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira saat membatik di Liwo.(bud)
Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira saat membatik di Liwo.(bud)
Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira saat membatik di Liwo.(bud)

Palapa News- Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira tak hanya cantik, ternyata dia juga pandai membatik. Jari-jari Elvira terlihat mahir memainkan canting, alat untuk membuat batik tulis mengikuti pola gambar yang ada di atas untaian kain polos. Sesekali ia menoleh kepada para wartawan yang terus mengabadikan moment itu.

Untuk memeriahkan peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2 Oktober, Pendopo mengadakan serangkaian kegiatan bertema “I Love Batik Indonesia” antaralain; Acara Mencanting Batik Raksasa yang diikuti oleh Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira. Mencanting batik yang digelar di Gerai Pendopo Rumah Batik dan kerajinan Indonesia, Living World Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan itu dilaksanakan tepat pada 2 Oktober 2014.

“Salah satu batik pavorit saya adalah Batik Khas Madura, karena saya suka dengan motif dan warnannya yang berani sesuai dengan karakter orang Madura berani,” kata Elvira Devinamira saat konferensi pers, Kamis (02/09/2014).

Batik merupakan warisan budaya dan karya asli bangsa Indonesia yang telah menjadi salah satu indentitas Indonesia di mata internasional. Bahkan UNESCO telah mencatat batik Indonesia ke dalam “Warisan Kemanusiaan dan Budaya Lisan dan non benda (Masterpiece of the Oral and Intangible Haritage pada 2 Oktober 2009. Kemudian ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

“Pendopo sebagai rumah batik dan kerajinan Indonesia, sejak dibuka tahun 2013 telah berkomitmen untuk turut berperan aktif secara konsisten hanya menjual batik cap, batik tulis, maupun kombinasi keduanya, yang merupakan karya asli para perajin tradisional,” ungkap Nila Adisepoetro, Publik Relations Manager Pendopo.

Menyambut HBN kali ini, Pendopo turut serta memperingatinya dengan mengangkat koleksi busana batik bertema; “Eksotisme Pesisir”. Batik yang sarat dengan teknik, symbol dan budaya hadir dalam nuansa pesisir yang lebih kaya warna dan motif. “Menjadi koleksi yang diangkat Pendopo kali ini,” tambah Nila.

Pada kesempatan itu pula, lanjut Nila, Pendopo memperkenalkan koleksi terbarunya yakni Batik Betawi, yang ternyata sudah ada sejak jaman Belanda. Pada saat itu kawasan Palmerah Senayan, Tanah Abang, dan daerah pinggir ibu kota bernama Terogong menjadi sentra Batik Betawi.

“Untuk menghidupkan kembali Bati Betawi yang unik ini, Kami menghadirkan koleksi dari Batik Terogong yang mengangkat motif ciri khas yang ada di masyarakat Betawi ataupun lambang-lambang yang menggambarkan Jakarta sebagai ibukota negara seperti Ondel Ondel, Penari Ngarojeng, Tanjidor, Monas, dan Patung Pancoran. Ada juga motif flora yang sudah langka ditemui di Jakarta seperti Tapak Liman, mengkudu dan ceremai,” papar Nila.

Selain mencanting berbagai kegiatan sarat budaya leinnya seperti Talk show Batik Betawi, fashion show, BAtim Fun Bike, Lomba Mewarnai Pola Batik Anak, Lomba TAri Daerah, serta Bazar & Exhibition Batik Designer yang menawarkan penghematan hingga 50 % dari berbagai koleksi desainer batik Indonesia seperti; Alleira, Batik Muda, Danar Hadi, Batik Harni, Aksen Tropis, Batik Farhan, Batik Fadly’s, Batik Terogong dan asesoris pelengkap tas dan sepatu etnik dari D’Arcadia maupun Cameo.(bud)

Komentar Anda

comments