Ibu Sibuk Belanja, Bayi Ditinggal Sendiri di Mobil

oleh -

Bayi Ditinggal SendirianPalapa News – Entah apa yang ada di dalam benak seorang ibu di Selandia Baru ini. Sibuk berbelanja di supermarket, ia nekat meninggalkan bayinya seorang diri di dalam mobil. Dia bahkan meninggalkan sebuah pesan yang menyertakan nomor teleponnya agar orang-orang yang melintas bisa menghubunginya jika ada masalah dengan bayinya.

Tindakan si ibu ini dianggap keterlaluan dan tidak bertanggung jawab. Seperti diberitakan oleh New Zealand Herald, Senin (25/3/2013), insiden ini terjadi di sebuah supermarket bernama Porirua Pak ‘n Save pada Sabtu (23/3) waktu setempat.

Seorang warga setempat mengaku melihat keberadaan bayi mungil tersebut ketika dia memarkirkan mobilnya di dekat mobil yang ditempati si bayi. Pria yang tidak bersedia disebut namanya ini hendak pergi ke supermarket yang sama bersama istri dan anak-anaknya.

“Pesan tersebut tertulis dari perspektif si bayi, dan bunyinya, ‘Ibuku sedang pergi belanja, telepon dia jika aku membutuhkan sesuatu’, dan tertera nomor telepon di dalamnya. Kami menunggu di sana untuk beberapa waktu, sambil bertanya-tanya apakah ibu si bayi hanya pergi sebentar dan akan segera kembali. Dan istri saya bilang, ‘Saya tidak akan masuk ke dalam sebelum ada orang yang menemai si bayi’,” ujar pria ini kepada New Zealand Herald.

Rupanya, ada seseorang yang mengambil foto si bayi dalam mobil yang terkunci dari luar. Foto tersebut kemudian diunggah ke internet dan menuai kemarahan publik dunia maya.

Dalam foto tersebut, terlihat seorang bayi yang masih sangat mungil, terbaring dalam sebuah car seat khusus untuk bayi. Di atas selimut si bayi terdapat secarik kertas yang bertuliskan sebuah pesan yang meminta untuk menghubungi nomor telepon genggam yang tertera pada kertas tersebut, jika terjadi sesuatu dengan si bayi.

Namun, juru bicara pihak kepolisian nasional Annie Coughlan mengatakan mereka tidak akan menyelidiki kasus bayi yang ditinggalkan sendirian di carpark supermarket sementara ibu pergi berbelanja karena tidak ada yang membuat keluhan atau datang langsung untuk membuat laporan.

“Kami tidak tahu siapa orang tersebut, kita tidak tahu nomor teleponnya, kita tidak tahu harus mulai dari mana. Kami akan memulai penyelidikan jika kita bisa, tapi pada tahap ini tidak ada yang maju untuk menyampaikan,” katanya.(ndo)

Komentar Anda

comments