Lamsel Memanas, Enam Orang Tewas

oleh -

PalapaNews. Lampung Selatan (Lamsel) terus memanas. Bentrok massa kembali pecah. Puluhan ribu massa menyerang dua desa, yakni Desa Balinuraga dan Desa Sidoreno, Kecamatan Way Panji, Lamsel, sekitar pukul 15.20 WIB, Senin (29/10/2012).

Hingga sore tadi, enam orang tewas pada hari kedua insiden berdarah itu. Tragisnya, dua orang tewas dengan kepala terputus. Selain itu, puluhan rumah juga ludes terbakar. Bahkan, mobil patroli Dit Shabara Polda Lampung juga ikut di bakar massa.

Bukan itu saja, dua orang juga luka-luka akibat kejadian itu. Mereka adalah Adi (30), warga Bandar Dalam, Sidomulyo. Ia mengalami luka bacok pada kaki sebelah kiri hingga menyababkan urat nadi terputus, kemudian Izal (35) warga Negeri Pandan, Kalianda. Ia mengalami luka robek pada bagian kepala. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda.

Berdasarkan pantauan, sebelum bentrok pecah, massa sempat berkumpul di lapangan Dusun Waringin Harjo, Desa Agom, Kecamatan Kalianda, sekitar pukul 10.00 WIB. Massa bekumpul disana hingga pukul 13.00 WIB.

Bentrok ribuan warga ini buntut dari diganggu dan diusilinya dua gadis yang belakangan diketahui bernama Nurdiyana Dewi (18) warga Desa Agom Kecamatan Kalianda Lamsel dan Emiliya Elisa (17) warga Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda, Lamsel, sekitar pukul 17.00 wib (27/10).

Saat kedua dara itu hendak pulang kerumahnya usai membeli peralatan Make up pada sebeuh minimarket di Desa Patok – Sidoharjo Kecamatan Way Panji. Mereka yang tengah mengendarai kendaraan sepeda motor Honda Revo warna merah BE 3840 EY, tiba-tiba di areal jalan Desa Taman Agung tepatnya dipertengahan sawah, dihadang segerombolan pemuda yang tak dikenal.

Melihat itu, kedua dara itu ketakutan dan akhirnya terjatuh. Sayangnya, melihat kedua wanita itu terjatuh, justru segerombolan pemuda itu mengusilinya. Mendapat perlakukan tersebut kedua wanita ini meminta pertolongan dengan menjerit. Sayangnya, perlawananan yang dilakukan keduanya tidak berhasil.

Mengetahui hal itu, masyarakat Desa Agom, Kecamatan Kalianda, berusaha meminta pertanggungjawaban pemuda itu. Namun, karena belum ada penyelesaian, akhirnya warga berang sehingga berujung bentrok. (jp/awa)

Komentar Anda

comments