Protes Pencemaran, Warga Gelar Upacara di Sungai Cisadane

oleh -

Tangerang- Protes kerusakan lingkungan, puluhan nelayan dan aktivis lingkungan menggelar upacara bendera di mulut Sungai Cisadane, Desa Tanjung Burung, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/8/2012).

Aktivis yang hadir di antaranya Wahana Hijau Fortuna (WHF), Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup Dan kemanusiaan (KMPLHK) Ranita UIN Jakarta, Koalisi Rakyat untuk keadilan perikanan (KIARA).

Selain merayakan HUT RI yang ke-67 tahun, prosesi upacara itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan lingkungan yang terjadi di sepanjang sungai  hingga ke mulut  muara. Selain kehilangan wilayah tangkapan ikan, warga sekitar pesisir pun didera krisis air bersih yang memaksa mereka menggunakan air sungai yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.

Guntur (38), seorang nelayan yang menjadi Pembina upacara, mengatakan, makna kemerdekaan masih sebatas perayaan rutinitas belaka, makna kemerdekaan sesungguhnya justru sulit didapatkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kehidupan masyarakat pesisir.

Ketika laut sebagai sumber kehidupan tercemar dan rusak, maka berbagai kesulitan hidup menjadi penjajah baru yang membelenggu nasib nelayan dan keluarganya.  Guntur  menuntut tanggungjawab pemerintah untuk lebih memberikan perhatian kepada kesehjahteraan nelayan dengan segera mengendalikan tingkat pencemaran yang begitu tinggi di di Daerah Aliran Sungai Cisadane.

“Kemerdekaan yang sesungguhnya belum didapat oleh warga pesisir, kehidupan warga masih terancam akibat tingkat pencemaran yang tinggi hingga nelayan sulit memperoleh kesehjahteraan,” katanya.(nai)

Komentar Anda

comments