Palapanews.com — Novel Satine resmi diluncurkan Sabtu, 11 Januari 2025 di Jakarta. Setelah sukses dengan 10 novel sebelumnya, penulis bestseller Ika Natassa kembali dengan karya terbarunya, Satine.
Novel-novel karya Ika Natassa selama ini selalu menjadi bestseller dengan dua di antaranya diadaptasi ke layar lebar tahun lalu, The Architecture of Love (dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Putri Marino) serta Heartbreak Motel (dibintangi oleh Reza Rahadian dan Laura Basuki).
Keistimewaan Satine sudah terasa jauh sebelum peluncuran resminya. Pada masa pre-order spesial November 2024, novel ini berhasil terjual lebih dari 2.000 eksemplar, menunjukkan antusiasme besar dari para penggemar. Dengan menghadirkan dua karakter utama bernama Satine dan Ash, novel Satine menawarkan kisah yang tidak hanya menggugah, tetapi juga membedah emosi terdalam manusia: kesepian.
Kesepian menjadi tema sentral dalam novel ini, sesuatu yang digambarkan Ika Natassa sebagai “satu perasaan yang pernah dirasakan semua orang.” Melalui kisah Satine dan Ash—dua jiwa kesepian yang dipertemukan oleh kontrak dan aturan tertulis—novel ini menyelami bagaimana takdir, pertemuan, dan perpisahan berkelindan dalam kehidupan.
“Jika semua hal di muka bumi ini diatur oleh takdir, apakah pertemuan dan perpisahan juga harus takluk pada takdir?” menjadi pertanyaan mendalam yang menjadi jiwa dari cerita ini.
“Satine adalah refleksi personalku mengenai kesepian,” ujar Ika Natassa. “Di novel ini, kesepian menjadi saat di mana kita akhirnya dimampukan mendengar suara hati yang selama ini kita abaikan.”
Kehadiran Satine menjadi momen yang sangat dinantikan, mengingat ini merupakan karya terbaru Ika Natassa setelah Heartbreak Motel yang dirilis pada tahun 2022. Antusiasme penggemar tampak nyata sejak sebelum pre-order dimulai, ketika lebih dari 1.500 orang mendaftarkan diri untuk mendapatkan nukilan eksklusif novel ini.
Sebagai novel kesebelas Ika Natassa, Satine melanjutkan jejak karya-karyanya yang ikonis seperti A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antologi Rasa, Twivortiare, Critical Eleven, Susah Sinyal, hingga The Architecture of Love, dan Heartbreak Motel. Beberapa di antaranya telah diadaptasi menjadi film layar lebar dan mendapat apresiasi luas, termasuk nominasi di Festival Film Indonesia.
Dengan peluncuran Satine, Ika Natassa kembali membuktikan kemampuannya sebagai penulis yang mampu menghadirkan cerita dengan kedalaman emosi dan relevansi yang kuat. Novel ini tidak hanya menjadi refleksi mendalam tentang kesepian tetapi juga sebuah undangan untuk merenungkan peran takdir dalam hidup kita.
Bagi para penggemar, Satine bukan sekadar bacaan, tetapi perjalanan emosi yang akan menggugah hati dan mungkin, meninggalkan jejak abadi. Selamat menikmati perjalanan bersama Satine dan Ash. (rls/bd)
