Buku “Setahun di Kongo” Simak Pengalaman Unik Seorang Wanita di Negara Konflik

Palapanews.com – Elex Media Komputindo meluncuran buku terbarunya yang berjudul “Setahun di Kongo” karya penulis Kol. Caj (K) (Purn) Nita Siahaan, M.Sc. Peluncuran buku berlangsung pada Sabtu, 21 Oktober 2023 di Function Room, Gramedia Matraman, Jakarta.

Pada peluncuran buku ini, pembaca memiliki kesempatan langka mendengar cerita langsung dari penulis dan narasumber kunci. Brigjen TNI (Purn) Dr. Erik Radytiawara Hidayat, MBA., MHRMC, dan Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S. hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut. Moderator acara akan menjadi Ronald Roger Rohrohmana, S.IP, M.Sos.

Buku “Setahun di Kongo” ini mengisahkan pengalaman unik seorang wanita di tengah konflik bersama dengan pengamat militer dari TNI, yang menjalani misi perdamaian dunia PBB. Kisah perjalanan penugasan Nita Siahaan di Kongo selama tahun 2008-2009.

BACA JUGA : KPG Hadirkan Buku “Batik Durian Lubuklinggau, Memperkaya Khasanah Batik Nusantara”

Ia tidak hanya menjalani tugasnya sebagai seorang military observer, tetapi juga berbagi kisah tentang kehidupannya di tengah keramahan dan kejenakaan masyarakat setempat, dikelilingi situasi perang. Buku ini membawa pembaca dalam pengalaman hidup yang luar biasa dan memperlihatkan sisi kemanusiaan di tengah konflik yang memilukan.

Acara peluncuran juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik dan berkesan, termasuk: Bedah Buku “Setahun di Kongo”. Dalam sesi ini, penulis Kol. Caj (K) (Purn) Nita Siahaan, M.Sc, akan membahas inti dari buku “Setahun di Kongo”.

Penulis menjelaskan konsep dan pengalaman pribadinya dalam menjalankan misi perdamaian dunia PBB di Kongo. Ada juga sesi Tanya Jawab dan Penandatanganan Buku peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan penulis dan mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai pengalaman penulis di Kongo.

Penulis juga menandatangani buku bagi peserta yang membeli atau sudah memiliki buku pada acara ini. Peluncuran buku ini sangat relevan bagi mereka yang ingin memahami pengalaman unik penulis di tengah konflik di Kongo dan mengeksplorasi sisi kemanusiaan dalam situasi perang. (rls/bd)