Palapanews.com- Rumah Sakit (RS) Permata Ibu Tangerang membenarkan jika telah mengurusi proses persalinan Atikah, yang anaknya diduga ditahan oleh bidannya lantaran biaya persalinan belum dibayarkan.
Namun, pihak rumah sakit mengaku tidak tahu jika bayi mungil perempuan tersebut dibawa kabur oleh bidan Yuni.
Salah satu wanita yang berdinas di RS Permata Ibu Tangerang mengatakan, terkait masalah biaya persalinan, Atikah sudah selesai dan dilunasi oleh bidan Yuni.
“Heran, kenapa bisa ya bidan Yuni membawa bayi itu. Pihak kami (RS Permata Ibu) sudah menjelaskan kepadaibu Atikah, biaya persalinan sudah clear semua, dan saya kira tidak ada lagi masalah di kedepannya,” ujar wanita yang enggan disebut namanya itu di RS Permata Ibu, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Senin 1 Oktober 2018.
Wanita tersebut pun enggan menyebutkan jumlah biaya proses persalinan selama pasien berada di RS Permata Ibu. Yang jelas, lanjutnya, biaya persalinan telah dibayarkan oleh bidan Yuni dan tanpa menggunakan asuransi apapun.
“Pasien itu sudah dibayarkan oleh bidannya ke kita, jadi ditalangi dulu, kemudian tidak ada barang yang ditahan disini. Jadi soal penahanan tidak tahu, karena proses disini sudah kelar,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bayi tersebut diserahkan kepada bidan Yuni yang didampingi istri Randi. Ia mengaku heran karena diduga bayi disandera, sebab antara bidan dan Atika pulang bersama-sama.
“Pas bayinya diambil sama ibunya, dianter pulang sama bidannya. Pulangnya juga bareng, jadi bidan nganter ini sama bu Atika dan neneknya juga ikut. Nah heran orang pulangnya barengan,” katanya.
Bayi yang telah diserahkan ke bidan Yuni dan pihak keluarga bayi, rumah sakit juga sempat menghubungi suami dari Atikah, Randi, namun tidak ada jawaban.
“Pulang dari rumah sakitnya pagi hari Rabu (26 September 2018). Jadi malam sebelum pulang itu sudah coba menelepon bapaknya dan tidak bisa dihubungi dan tidak datang-datang,” jelasnya.
Ia menambahkan, bidan Yuni kerap merekomendasikan pasiennya ke RS Permata Ibu jika pasiennya diharuskan melakukan operasi sesar. “Memang bidannya sering kesini,” tutupnya.(rik)
