Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat kapasitas aparatur Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) sebagai upaya meningkatkan tata kelola serta mempercepat layanan di sektor permukiman. Penguatan kompetensi ini dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Sentul dan Bogor pada 14–15 November 2025.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat membuka kegiatan Bimtek pada Jumat (14/11/2025), menegaskan bahwa peningkatan SDM merupakan langkah strategis dalam memperbaiki sistem kerja dan memperkuat profesionalisme aparatur. Ia menekankan pentingnya pemahaman regulasi, penguasaan data, dan kecepatan pelayanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, tetapi penguatan fondasi kerja agar aparatur mampu memberikan pelayanan yang cepat dan akuntabel,” ujar Sachrudin.
Ia juga menyoroti dua isu utama yang membutuhkan percepatan, yaitu penyerahan aset Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari pengembang, yang saat ini baru mencapai sekitar 50 persen, serta penataan kawasan kumuh.
“Jika data lengkap dan regulasi jelas, jangan ditunda. Tuntaskan proses PSU demi kepastian dan kenyamanan warga,” kata Sachrudin. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan ketepatan kerja menjadi kunci menciptakan lingkungan permukiman yang aman dan tertata.

Pada kesempatan penutupan kegiatan, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, turut menegaskan bahwa aparatur Perkimtan memiliki peran strategis sebagai motor inovasi dan fasilitator dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang nyaman dan berkelanjutan.
“Aparatur bukan hanya pelaksana teknis, tetapi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat,” ujar Maryono saat menutup Bimtek di Bumi Gumati Resort, Bogor, Sabtu (15/11/2025).
Ia menyampaikan bahwa tantangan urbanisasi, kebutuhan perumahan layak, dan pengelolaan pertanahan yang akuntabel menuntut aparatur untuk semakin profesional dan responsif. Sejalan dengan kebijakan pembangunan yang inklusif, peningkatan kapasitas SDM menjadi pondasi penting untuk menjaga kualitas layanan publik di bidang permukiman.
Maryono juga berharap peserta memanfaatkan Bimtek secara maksimal, berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke dalam tugas sehari-hari.
“Mari kita memperkuat kompetensi aparatur sebagai agen perubahan di lapangan. Semoga semangat dan kontribusi bapak-ibu sekalian menjadi energi positif bagi kemajuan Kota Tangerang,” pungkasnya.
Kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penyelarasan tugas pokok dan fungsi aparatur sesuai peraturan perundang-undangan, sekaligus memperkuat soliditas tim agar layanan Perkimtan semakin responsif dan berkualitas. Dengan aparatur yang profesional dan sigap, Pemerintah Kota Tangerang berharap penataan lingkungan permukiman semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (adv)
