8 Produk UMKM Tangsel Tembus Jaringan Ritel Modern

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk naik kelas. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memfasilitasi delapan produk unggulan UMKM agar dapat masuk ke jaringan ritel modern.

Produk-produk tersebut telah melalui proses kurasi ketat dari puluhan peserta yang mendaftar. Dari 56 IKM yang mengikuti proses seleksi, hanya delapan yang dinyatakan lolos dan memenuhi standar untuk dipasarkan melalui jalur ritel. Saat ini, produk-produk tersebut tengah menjalani simulasi distribusi dan penempatan di gerai-gerai Alfamart di wilayah Tangerang Selatan.

Kepala Seksi Promosi Bidang Perdagangan Disperindag Tangsel, Heri Asari, mengatakan bahwa delapan produk UMKM yang terpilih saat ini sedang menjalani tahap simulasi distribusi ke toko modern.

“Dari ke delapan produk ini berhasil lolos kurasi, dan saat ini kita sedang melakukan simulasi bagaimana IKM bisa tukar faktur atau memasukkan produknya ke Alfamart,” ujar Heri saat ditemui di salah satu minimarket di Kawasan Villa Dago, Pamulang, Rabu (23/7/2025).

Adapun delapan produk UMKM yang terpilih meliputi Jawara Banana, Madame Spicy Basreng, Fayola Bawang Goreng, Ning Nong Kembang Goyang, Kerupuk Jengkol R.H.R, Pop Rengginang dari Mama Pop, Sambal Ceu Meti, dan Freeze Dried Apple. Produk-produk ini akan mulai dipasarkan di 34 titik gerai Alfamart sebagai lokasi awal penempatan.

Heri menjelaskan bahwa apabila respons pasar terhadap produk-produk ini menunjukkan tren positif, maka distribusinya akan diperluas ke lebih banyak gerai ritel, baik di dalam maupun di luar wilayah Tangsel.

“Kita itu perannya membantu mempromosikan produk-produk IKM ke toko-toko retail yang khususnya ada di Tangerang Selatan,” katanya.

Selain menggandeng Alfamart, Disperindag juga membuka akses bagi pelaku UMKM ke jaringan ritel lain seperti Aneka Buana, Tiptop, Harmony, 88 Toko Buah, dan Indomaret. Kerja sama ini bertujuan agar lebih banyak produk lokal yang bisa bersaing di pasar modern.

“Jadi kami akan memanggil atau mengundang semua toko retail yang bisa berafiliasi atau membantu para IKM untuk bisa berjualan di toko tersebut,” jelas Heri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk memperluas jangkauan produk lokal ke pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, dan mendorong pelaku UMKM agar mampu bertahan serta berkembang dalam ekosistem perdagangan modern. (red)