Pemuda asal Tangsel Majukan Pelaku Seni dan UMKM di Tanah Air

Palapanews.com- Ahmad Fairuz Rafi Baskara, Moch Sofyan Effendy, Andreas Destian Santoso, dan Ananda Riva Nugraha, pemuda asal Tangerang Selatan tengah gencar membantu pelaku seni dan usaha untuk mewujudkan cita-citanya.

Mereka tergabung dalam wadah dan legalitas bernama PT Talco Creative Indonesia.

Dengan kemampuan yang dimilikinya mereka fokus ingin memberikan manfaat kepada para pelaku seni dan usaha di Indonesia.

Founder PT Talco Creative Indonesia, Ahmad Fairuz Rafi Baskara menuturkan, perusahaan ini dibentuk murni untuk membantu para pelaku seni dan usaha baru, agar dapat lebih dikenal secara luas.

“Perusahaan ini fokus pada visi membantu pelaku seni dan usaha lokal melalui taglinenya #IndonesiaLocalMovement. Bergerak melalui nilai yang digagas, yakni Inspiring the nation through our values Talkactive, Accuracy, Lively, Creativity, Optimism,” jelas Rafi yang kerap disapa Picu.

Seperti memfasilitasi musisi atau pelukis yang agar lebih menarik dan banyak yang menyaksikan. Kemudian untuk pelaku usaha, misalnya membantu mereka yang ingin foto produknya. Seperti digital marketing, dan lainnya secara gratis.

“Mereka mengkolaborasikan pameran seni dan juga lapak untuk para UMKM bisa berdagang dan untuk tenant-nya itu gratis. Jadi antara pelaku seni dan usaha bisa saling berkolaborasi,” jelasnya.

Rafi mengatakan, kegiatan sosial untuk membantu para pelaku seni dan usaha ini telah mereka lakukan sejak 2021 silam.

“Saat itu ditawari suatu event di wilayah Bintaro. Saat itu kita ajak semua komunitas. Seiring berjalannya waktu kita buat program, dan akhirnya memang kita itu punya visi yang sama untuk memajukan pelaku seni dan usaha,” paparnya.

Berawal dari situ, sederet kegiatan pun terus berjalan. Hingga akhirnya mereka sempat terbentur dengan permasalahan materi.

“Jadi memang dari pertama kali itu, semua produksi berasal dari kami pribadi. Hingga akhirnya berlanjut hingga 2022, kita stagnan. Gak bisa nih terus begini,” paparnya.

Terbentur hal itu, akhirnya sekumpulan pemuda yang memiliki cita-cita mulia ini tak putus asa.

Akhirnya mereka mendirikan divisi baru dalam perusahaannya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat komersil.

Hal itu mereka lakukan sebagai upaya untuk mencari sumber dana bagi program-program sosial yang mereka luncurkan.

“Namanya itu Talco Studio. Jadi divisi ini kita cari client, misalnya dalam dunia digital marketing. Tapi yang mau kami sampaikan ke client itu, kia bukan hanya perusahaan yang mencari untung semata. Kita kasih tahu juga kalau kita ini punya visi lainnya. Yaitu untuk membantu dan memajukan pelaku seni dan usaha. Jadi keuntungan yang kita dapet dari Talco Studio ini, kita manfaatin untuk kegiatan sosial kita ini. Jadi memang visi utamanya itu bukan komersilnya, melainkan program sosial kita ini,” terangnya.

Saat ini, lanjut Rafi, sudah banyak para pelaku seni dan usaha yang tergabung di kita.

“Kalau untuk pelaku seni, itu yang penting punya karya original sendiri. Misalnya pelukis atau musisi. Sekarang sih udah lumayan banyak dan 60 persen itu pelaku seni asal Tangsel. Kalau pelaku usaha udah banyak juga, misalnya Utara Studio. Dia itu di bidang fesyen, itu dia benar-benar merancang sendiri dari nol. Mulai dari menjahit sampai menjadi produk. Produknya bagus banget,” kata Rafi.

Untuk mewadahi mereka, kini PT. Talco Creative Indonesia melalui divisi Talco World memiliki berbagai macam jenis program.

“Pertama, program Get To Know More Spot yaitu program yang fokusnya memperkenalkan tempat-tempat rekomendasi dengan konsep iklan yang matang dan bernilai. Lalu ada ⁠Get To Know More Artist, yaitu program profil seniman. Terus #DIBALIK, yaitu program dengan fokus menceritakan dibalik kehidupan musisi selain berseni,” paparnya.

Tak sampai di situ, PT Talco Creative Indonesia kini juga telah meluncurkan Digital Card bagi para Seniman.

“Jadi sistemnya, kartu itu bisa di-scan melalui fitur NFC pada ponsel. Setelah di-scan akan keluar situs kami yang memperlihatkan profil para pelaku seni khususnya seni lukis. Jadi dengan kata lain, portofolio mereka itu bisa dibaca dan tersebar luar melalui platform digital. Sehingga diharapkan banyak orang yang melihat dan mengetahui karya para seniman,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, mereka juga telah membuat media promosi bagi para pelaku seni dan usaha.

“Kami ada instagram, website artikel, e-shop untuk UMKM Lokal. E-shop ini akan menghubungkan langsung antara pembeli dan pelaku usaha. Lalu kami juga enggak memngambil keuntungan sepeserpun. Itu semuanya gratis,” ungkap Rafi.

Terakhir, program lainnya yakni dengan mengadakan acara atau event besar yang melibatkan para seniman dan pelaku UMKM lokal. (nad)

Komentar Anda

comments